Kejagung Usut Dugaan Korupsi Garuda Indonesia, Erick Thohir: Restrukturisasi Terus Berjalan

Suparjo Ramalan ยท Selasa, 11 Januari 2022 - 19:40:00 WIB
 Kejagung Usut Dugaan Korupsi Garuda Indonesia, Erick Thohir: Restrukturisasi Terus Berjalan
Menteri BUMN, Erick Thohir. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Menteri BUMN Erick Thohir memastikan proses restrukturisasi utang Garuda Indonesia tetap berjalan meski Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut indikasi korupsi pengadaan pesawat ATR-72-600. 

Menurut dia, proses hukum di Kejagung tidak mengganggu restrukturisasi utang Garuda Indonesia yang sebesar Rp139 triliun. Saat ini, proses restrukturisasi dan negosiasi dengan kreditur dan pihak lessor pesawat tengah berlangsung.

Erick Thohir menjelaskan, Kementerian BUMN telah memetakan dua kategori lessor. Ada lessor yang terindikasi terlibat tindak pidana korupsi dan lessor yang menetapkan leasing atau harga sewa pesawat yang tinggi. 

Untuk lessor dengan harga sewa pesawat tinggi, lanjutnya, negosiasi dilakukan dengan harapan mampu menekan harga sewa pesawat. Saat ini, Garuda Indonesia menjadi maskapai penerbangan dengan harga dan bunga sewa tertinggi di dunia yakni 26 persen. 

"Pertanyaanya apakah akan menjadi hambatan untuk penyelesaian restrukturisasi? Tidak karena kita sudah memetakan mana lessor yang ada indikasi korupsi, mana lessor yang kita sewa kemahalan," ungkap Erick Thohir, saat ditemui di kawasan Kejaksaan Agung, Selasa (11/1/2022). 

Dia mengakui, ada kesalahan yang dilakukan manajemen Garuda Indonesia sebelumnya saat melakukan pengadaan pesawat. Manajemen sudah mengetahui harga sewa yang diajukan lessor cukup tinggi, hanya saja disetujui. 

"Ya karena bodohnya kita sendiri kenapa tanda tangan, kemahalan, hal-hal ini yang mungkin kita petakan dan kita juga tidak mau misalnya mengambil keputusan sapu bersih yang misalnya tidak membuat penyelesaian Garuda secara menyeluruh," kata Erick Thohir. 

Saat ini berbagai bukti indikasi korupsi sudah diserahkan Erick Thohir kepada Kejaksaan Agung. Dalam kesempatan itu, dia mengungkapkan adanya indikasi korupsi pengadaan sejumlah pesawat, salah satunya pengadaan pesawat ATR-72-600. 

Menteri BUMN mengatakan sudah menyerahkan bukti audit investigasi kepada Kejaksaan Agung untuk ditindaklanjuti. Meski demikian, dia enggan membeberkan berapa kerugian negara atas tindak melanggar hukum tersebut.

"Kejagung akan terus mengawal indikasi korupsi Garuda Indonesia. Harapan saya. kasus tersebut segera ditangani," ujar Erick Thohir. 

Sebelumnya, Mantan komisaris Garuda Indonesia Peter Gontha menilai persoalan keuangan yang membelit maskapai Garuda hanya bisa diselesaikan melalui investigasi forensik. Proses tersebut perlu dilakukan menyusul adanya dugaan penyuapan yang dilakukan manajemen dan lessor sebelumnya. 

Menurut dia, jalur hukum tersebut juga memberikan kepastian atas perkara fundamental keuangan emiten berkode saham GIAA tersebut. Termasuk, memastikan aktor di balik dugaan penyuapan pengadaan pesawat. 

"Jalan keluar menurut saya adalah satu-satunya jalan keluar hukum, jalan keluar yang kaitannya dengan investigasi forensik. Kalau kita tidak melakukan investigasi forensik, kita hanya menebak-nebak saja apa yang sebetulnya terjadi atau dilakukan oleh PT Garuda Indonesia," ujar Peter Gontha, saat ditemui di kawasan DPR RI.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda