Kemenperin Sebut RI Bisa Jadi Basis Produksi dan Ekspor Hub Industri Otomotif Jerman

Advenia Elisabeth ยท Senin, 29 November 2021 - 17:37:00 WIB
Kemenperin Sebut RI Bisa Jadi Basis Produksi dan Ekspor Hub Industri Otomotif Jerman
Kemenperin sebut RI bisa jadi basis produksi dan ekspor hub industri otomotif Jerman.

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut, Indonesia bisa dipercaya menjadi basis produksi dan hub ekspor hub industri otomotif Jerman. Buktinya, PT Mercedes Benz Indonesia yang telah memproduksi model sedan termewah dalam line up Mercedes-Benz saat ini. 

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier mengatakan, produksi mobil mewah itu membuktikan industri otomotif di Indonesia telah dipercaya sebagai basis produksi kendaraan bermotor semua segmen mulai kelas low, middle sampai premium and luxury.

Dia menjelaskan, pertumbuhan kelas menengah terus meningkat. Di samping itu, ada bonus demografi, penetrasi teknologi digital, serta peningkatan tren penggunaan energi baru dan terbarukan akan menjadi katalisator transformasi industri kendaraan bermotor nasional menuju teknologi zero emission. Pemerintah pun berharap agar Mercedes Benz menjadikan Indonesia sebagai ekspor hub kendaraan bermotornya.

“Pemerintah mendorong Mercedes Benz menjadikan Indonesia sebagai ekspor hub kendaraan bermotor, baik konvensional maupun elektrifikasi ke pasar global,” kata Taufiek dalam keterangannya, dikutip Senin (28/11/2021).

Saat ini, industri otomotif di Indonesia mampu berdaya saing di kancah global. Hal ini terlihat dari capaian jumlah ekspor produk kendaraan roda empat atau lebih, termasuk juga komponennya. 

Pada periode Januari-September 2021, tercatat ekspor kendaraan CBU sebanyak 207 ribu unit dengan nilai sebesar Rp37,65 triliun, kemudian sebanyak 62.000 set untuk CKD dengan nilai sebesar Rp960 juta, dan 65 juta pieces komponen dengan nilai sebesar Rp21,86 triliun. Tujuan ekspor otomotif Indonesia tersebut telah mencapai lebih dari ke 80 negara.

“Dalam rangka menarik investasi untuk produsen kendaraan bermotor low volume khususnya dari Eropa, kami telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 23 tahun 2021 tentang Kendaraan Bermotor Roda Empat atau Lebih,” tutur Taufiek.

Pada peraturan tersebut, terdapat penyederhanaan persyaratan Completely Knock Down (CKD) dan keteruraian dan kelengkapan Incompletely Knock Down (IKD), serta memberikan kemudahan impor komponen susulan untuk keperluan produksi (shortage, mistake, dan reject) yang terkena SNI wajib.

Presiden Direktur PT Mercedes Benz Indonesia, Patrick Schwind menyampaikan, pada 2020 Mercedes-Benz telah genap berusia 50 tahun beroperasi di Indonesia, dengan memproduksi kendaraan bermotor baik penumpang maupun komersial di pabrik Wanaherang, Jawa Barat. 

PT Mercedes Benz Indonesia resmi meluncurkan dua model terbarunya, E-Class dan S-Class, yang diproduksi di pabrik Wanaherang, Bogor - Jawa Barat. New E-Class dan New S-Class ini menetapkan standar tertinggi di segmen masing-masing dan melengkapi line-up model yang dirakit secara lokal, antara lain A-Class dan C-Class di segmen sedan luxury, GLA, GLC, GLE, dan GLS di segmen SUV, serta AMG A 35 Sedan dan AMG GLA 35 4MATIC untuk segmen performance cars.

“Perusahaan berkomitmen akan terus beroperasi di Indonesia untuk 50 tahun ke depan dan lebih. Komitmen tersebut diimpelementasikan melalui penambahan model yang dirakit di dalam negeri secara terus menerus, di antaranya peluncuran E Class dan S Class,” ujarnya.

Upaya tersebut akan memberikan dampak positif terhadap utilisasi, perluasan investasi, penyerapan tenaga kerja dan memperdalam komponen otomotif. Hal ini akan memperkuat brand image dan customer loyalty Mercedes Benz di Indonesia sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengembangan industri otomotif di Indonesia.

Sebelumnya, pada Oktober 2021, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan kunjungan kerja ke Jerman. Pada lawatannya tersebut, Agus bertemu dengan DAIMLER AG (Mercedes-Benz), dengan memaparkan peluang investasi di tanah air bagi produsen kendaraan kelas premium dari Eropa, termasuk potensi Indonesia sebagai basis pengembangan teknologi kendaraan zero emission.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: