Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ratusan Kasus PMK Muncul di Jabar, Kementan Distribusikan 151.000 Dosis Vaksin 
Advertisement . Scroll to see content

Kementan Gandeng IDI Teliti Tanaman untuk Obat dan Antivirus Corona

Rabu, 08 Juli 2020 - 12:20:00 WIB
Kementan Gandeng IDI Teliti Tanaman untuk Obat dan Antivirus Corona
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengenakan kalung anti corona saat rapat dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (7/7/2020). (Foto: Ant)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) akan melakukan penelitian lanjutan terhadap kandidat tanaman untuk obat dan antivirus Covid-19. Untuk itu, lembaga riset di bawah Kementerian Pertanian (Kementan) itu menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Menteri Pertanian, Syharul Yasin Limpo mengatakan, dengan kerja sama ini, hasil penelitian Balitbangtan akan diserahkan kepada IDI untuk dilakukan uji klinis dan riset-riset lainnya sesuai prosedur yang ada.

"Sudah lima bulan negara kita diliputi oleh tekanan akibat keberadaan virus. Oleh karena itu. kita tidak diam, apapun akan kita lakukan demi bangsa dan negara," ujar Mentan di kantornya, Jakarta, Rabu (8/7/2020)

Kementan, kata dia, memiliki balai penelitian yang khusus menangani komoditas tanaman obat yang disebut Balai Besar Pascapanen. Selain itu, Balitbangtan mempunyai Balai Besar Veteriner dengan fasilitas laboratorium untuk meneliti virus.

Fasilitas ini, kata Mentan, bisa dimanfaatkan oleh IDI untuk melakukan pengembangan riset dan uji klinis. Dia berharap kerja sama ini dapat mempercepat penelitian tanaman eucalyptus agar bisa dimanfaatkan masyarakat luas.

"Kami memiliki 300-an profesor dan peneliti yang berkompeten, bahkan kami pernah berkontribusi dalam penanganan wabah flu burung. Tidak ada alasan untuk kita tidak membantu negara," katanya.

Di tempat yang sama, Ketua IDI, Daeng Muhammad Faqih, menilai kerja sama ini akan menciptakan terobosan yang memberikan harapan dan dorongan terhadap Indonesia dalam memerangi wabah virus.

"Dunia kesehatan sebenarnya banyak menggunakan bahan dari Indonesia. Namun sampai sekarang memang belum dibudidayakan untuk dilakukan riset. Untuk itu, kami siap menggali potensi bangsa supaya betul-betul dimanfaatkan di dalam industri kesehatan maupun dalam pelayanan kesehatan," tuturnya.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut