Kementerian Investasi Catat Nilai Kolaborasi Perusahaan Besar dengan UMKM Capai Rp2,7 Triliun
Imam menambahkan, secara nilai kontrak kerja sama kemitraan usaha besar dengan UMKM mengalami kenaikan, dari Rp1,5 triliun pada 2020 menjadi Rp2,73 triliun pada 2021.
Dia bersyukur karena hampir 80 persen sudah berkontrak, dan 20 persen sedang proses kontrak, karena saat ini sebagian besar pra kontrak karena prosesnya di 2022. Diketahui, pada 2020 ada kolaborasi 56 usaha besar dengan 196 UMKM.
Menurutnya, program-program Menteri Investasi dalam dua tahun ini sudah membuat terobosan luar biasa dan out of the box. Bahkan, Menteri Investasi sendiri yang memimpin langsung dan memberikan kepercayaan kepada jajarannya untuk mendorong dan mengeksekusi program-program yang telah dicanangkan.
“Sebagai contoh pertama, pada saat relokasi investasi, pak menteri telah membentuk tim khusus, Tim Mawar, diberi kepercayaan, secara langsung beliau mengawal dan diberikan kepercayaan untuk mengeksekusi langsung. Sekarang, sudah ada 23 (perusahaan) yang saat ini berinvestasi merelokasi yang awalnya dari China, Vietnam, Korea pindah ke Indonesia,” paparnya.
Kemudian, sambung dia, program-program unggulan lainnya yakni pembangunan industri Batang, baru satu-satunya sebuah kawasan yang kita bisa berkompetisi dengan Vietnam. Dan dengan APBN, hadirnya pemerintah untuk mengurangi kapex dan opex, negara-negara pesaing Indonesia. Indonesia yang biasa menjual CPO, batu bara, mining raw material, Indonesia akan mengekspor barang yang bernilai tambah tinggi.