Kementerian PUPR Catat Penyaluran Dana FLPP Tembus Rp7,11 Triliun

Antara · Minggu, 28 Juni 2020 - 20:59 WIB
Kementerian PUPR Catat Penyaluran Dana FLPP Tembus Rp7,11 Triliun

Kementerian PUPR mencatat penyaluran FLPP tahun ini, per 26 Juni 2020, telah mencapai Rp7,11 triliun untuk 70.335 unit rumah atau 68,62 persen. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) mengungkapkan penyaluran dana bantuan pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) per 26 Juni 2020 mencapai Rp7,11 triliun. Angka ini 68,62 persen dari target program FLPP 2020.


"Tercatat per 26 Juni 2020 penyaluran FLPP tahun 2020 ini telah mencapai Rp7,11 triliun untuk 70.335 unit rumah, atau telah mencapai 68,62 persen," ujar PPDPP Kementerian PUPR dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (28/6/2020).

Total penyaluran FLPP sejak 2010 hingga per 26 Juni 2020 mencapai Rp51,48 triliun untuk 725.937 unit rumah.


Sejak 2010, pemerintah melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) terus berupaya memenuhi ketersediaan hunian dengan menyalurkan dana bantuan pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).


Melalui FLPP, Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dapat memperoleh fasilitas pembiayaan perumahan berbunga murah dalam jangka panjang untuk membiayai kredit pemilikan rumah pertama.


Skema subsidi perumahan FLPP hingga saat ini dinilai paling ideal dilakukan pemerintah dibandingkan menggunakan skema subsidi konvensional lainnya. Pembiayaan murah melalui FLPP ini dikelola dengan menggunakan metode blended financing yang bersumber dari APBN dan dikombinasikan dengan dana dari perbankan serta sumber lainnya.


Skema subsidi FLPP berbeda dengan skema subsidi konvensional yang alokasi pendanaannya dapat habis jika sudah dicairkan. Melalui skema FLPP, uang negara dapat bergulir kembali.


Alokasi anggaran yang digunakan pada FLPP dapat dipastikan tidak akan membebani fiskal negara dalam jangka panjang serta dapat menghemat APBN.


Pada 2020, PPDPP telah bekerja sama dengan 42 bank pelaksana, yang terdiri atas 10 bank nasional dan 32 Bank Pembangunan Daerah. Per 26 Juni 2020, berdasarkan target penyaluran yang ditetapkan, peringkat realisasi penyaluran FLPP tertinggi bank pelaksana tersebut, yakni 1) BTN; 2) BNI; 3) BTN Syariah; 4) BRI Syariah; 5) BPD BJB; 6) BRI; 7) BPD NTB Syariah; 8) Mandiri; 9) Arthagraha; dan 10) BPD Sumselbabel.

Editor : Dani Dahwilani