Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menko Airlangga Bertemu Gubernur Aceh Mualem, Bahas Penghapusan Bunga Debitur KUR Terdampak Bencana 
Advertisement . Scroll to see content

Ketum Hipmi: Di 2022, Kita Menjaga Optimisme Pemulihan Ekonomi Semakin On the Track

Rabu, 26 Januari 2022 - 10:06:00 WIB
Ketum Hipmi: Di 2022, Kita Menjaga Optimisme Pemulihan Ekonomi Semakin On the Track
Ketum BPP Hipmi Mardani H Maming mengatakan, pada 2022 harus menjaga optimisme pemulihan ekonomi semakin on the track. Foto: Azhfar M
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Mardani H. Maming mengatakan, perekonomian Indonesia menunjukkan pemulihan ekonomi yang cukup positif di awal 2022. Karena itu, sejalan dengan membaiknya sejumlah sektor, maka perlu menjaga optimisme pemulihan ekonomi sesuai targetnya. 

Menurutnya, 2021 merupakan tahun yang penuh tantangan. Namun, ekonomi Indonesia berhasil pulih dan keluar dari resesi ekonomi, serta berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif.

"Di tahun 2022, kita menjaga optimisme bahwa pemulihan ekonomi akan semakin on the track seiring dengan berbagai sektor ekonomi yang semakin membaik. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan bisa kembali ke 5 persen," kata dia dalam keterangannya, Rabu (26/1/2022).

Dia mengatakan, kondisi saat ini memang tidak mudah. Namun dia meminta para pengusaha muda untuk berjuang membawa perubahan.

Dia pun mengingatkan, masih ada beberapa tantangan yang perlu diwaspadai dan dihadapi, yaitu ketidakpastian pandemi Covid-19 dengan varian-varian baru Covid-19 yang terus bermunculan agar tidak merusak momentum kebangkitan ekonomi. Di samping itu, kebijakan global, terutama tapering off dan kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed yang bisa menyebabkan capital outflow dan melemahkan nilai tukar rupiah.

"Selain itu, perkembangan harga komoditas dunia, disrupsi rantai pasok global, spill-over efek dari masalah utang raksasa seperti Tiongkok, dan Evergrande yang mencapai 300 miliar dolar AS akan lebih terasa tahun ini. Kondisi ini perlu jadi bahan antisipasi," ucap Maming.

Adapun momentum yang menjadi peluang menuju  pemulihan ekonomi makin on the track, selain indikator-indikator ekonomi dalam negeri yang membaik, beberapa event internasional akan digelar di Indonesia tahun ini.

"Pertama, MotoGP pada Maret 2022 di Mandalika, Presidensi G20 yang dilaksanakan pada awal Desember 2021 sampai dengan November 2022 dengan agenda 157 pertemuan. Keduanya merupakan event dunia yang dapat memberikan dampak positif bagi Indonesia. Ini harus jadi momentum kebangkitan pariwisata di Indonesia. Kita dorong ekonomi kreatif dan UMKM bisa menggeliat," tuturnya.

Selain itu, stabilitas ekonomi harus dikelola dengan baik untuk mendukung pemulihan ekonomi dari krisis akibat pandemi Covid-19. Menurutnya, perlu membangun kolaborasi swasta dan pemerintahan untuk Indonesia Maju. 

"Prinsipnya kolaborasi, menteri dari keluarga besar Hipmi ada di BUMN, Menteri Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Presiden juga dari keluarga besar Hipmi, kuncinya kolaborasi perkuat ekonomi," kata Maming.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut