Menko Airlangga Sebut Penanganan Covid Kunci Capai Target Ekonomi 5,2 Persen Tahun Ini

Michelle Natalia ยท Selasa, 25 Januari 2022 - 11:27:00 WIB
Menko Airlangga Sebut Penanganan Covid Kunci Capai Target Ekonomi 5,2 Persen Tahun Ini
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Sebut Penanganan Covid kunci capai target ekonomi 5,2 persen tahun ini. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pertumbuhan ekonomi tahun ini ditargetkan sebesar 5,2 persen. Namun target tersebut bisa tercapai jika penanganan Covid-19 sukses dilakukan, sehingga mendorong pemulihan ekonomi Indonesia.

"Pengendalian pandemi yang efektif terbukti menjadi kunci bagi pemulihan ekonomi. Pandemi yang terkendali mendorong confidence atau keyakinan, dan mobilitas penduduk yang akan membuat ekonomi tumbuh," kata dia dalam Indonesia Economic Outlook 2022, yang digelar oleh Hipmi secara hybrid pada Selasa (25/1/2022).

Itu terbukti pada tahun lalu, di mana pengendalian kasus Covid-19 mampu membuat ekonomi RI pada kuartal III 2021 tumbuh 3,51 persen. Sementara pada kuartal IV 2021 diproyeksikan tumbuh antara 4,5-5 persen.  

Karena itu, kata dia, pemerintah akan terus melakukan upaya perbaikan dan peningkatan efektivitas dalam penanganan Covid-19 melalui strategi hulu dan hilir.

Tercatat kasus aktif di Indonesia terus dijaga dengan tingkat kesembuhan 96,4 persen. Namun, pemerintah juga terus waspada dengan kenaikan kasus varian Omicron yang secara global telah melanda berbagai negara di dunia. Karena itu, dia mengingatkan untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Dengan pengendalian Covid-19 dan kerja sama dengan sejumlah pihak, diharapkan target pertumbuhan ekonomi tahun ini akan tercapai. Selain itu, juga mendorong pembangunan di masa depan. 

"Oleh karenanya, kerja sama antar-stakeholders sangat diperlukan dan ini menjadi kunci bagi pemulihan dan mendorong pembangunan ke depan," ujarnya.

Airlangga menuturkan, ekonomi global saat ini masih menghadapi berbagai tantangan seperti varian-varian baru Covid-19, distribusi vaksin global yang belum merata, pelemahan ekonomi akibat kebijakan terutama di China yang mendorong pertumbuhan tinggi ke arah pemerataan, krisis energi, dan properti yang dialami Evergrande.

"Selain itu, risiko yang mempengaruhi capital outflow, seperti kenaikan suku bunga di AS dan terkait dengan situasi-situasi tersebut, kita perlu merespons secara fleksibel dan adaptif," ucap Airlangga.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: