Kisah Anak Profesor Stanford Jadi Miliarder Kripto Terkaya Dunia Berharta Rp380 Triliun

Suparjo Ramalan ยท Minggu, 07 November 2021 - 08:16:00 WIB
Kisah Anak Profesor Stanford Jadi Miliarder Kripto Terkaya Dunia Berharta Rp380 Triliun
Sam Bankman-Fried, anak profesor Stanford jadi miliarder kripto terkaya dunia berharta Rp380 triliun. Foto: Forbes

NEW YORK, iNews.id - Sam Bankman-Fried menempati urutan ke-32 daftar orang terkaya di dunia versi Forbes. Kekayaannya berasal dari uang kripto (crypto).

Dia tercatat sebagai miliarder terkaya di bawah usia 30 tahun pada 2021. Pemuda 29 tahun ini memiliki kekayaan bersih sebesar 26,5 miliar dolar Amerika Serikat atau Rp380 triliun.
 
Sam merupakan orang terkaya di dunia kripto, jauh melampaui Brian Armstrong dari Coinbase dengan kekayaan 10,2 miliar dolar AS, si kembar Winklevoss dari Gemini masing-masing 4,3 miliar dolar, dan pencipta Ethereum Vitalik Buterin. 

Dikutip dari inf.news, dia membangun kekayaannya melalui serangkaian investasi strategis dalam mata uang kripto atau cryptocurrency. Awalnya dia menjadi pengusaha, dan sekarang sebagai pendiri dan CEO FTX, sebuah pertukaran aset digital untuk pembelian dan penjualan bitcoin dan ethereum. 

Dia menjadi miliarder secara tidak disengaja. Melalui konsep make money for who, dia ingin mendapatkan uang sebanyak-banyaknya supaya bisa membantu orang lain seperti halnya Robin Hood. Awalnya, dia tidak percaya dengan kripto. Dia bahkan mengklaim jika dapat menghasilkan lebih banyak uang untuk melakukan hal lain seperti menjual jus jeruk, dia akan melepaskan kriptonya. 

Sam merupakan putra dari orang tua yang sangat akademisi. Ayah dan ibunya merupakan profesor hukum di Universitas Stanford. Dia lulus dari SMA swasta di California Bay Area. Kemudian pada 2014, mendapat gelar sarjana dalam bidang fisika dari Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Saat kuliah, dia banyak menghabiskan waktunya untuk bermain video game dibanding belajar. Dia juga lebih tertarik pada moralitas dan etika dibanding sains. Setelah lulus dari MIT, Sam mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan pembiayaan dengan gaji enam digit, dan sebagian uang disumbangkan untuk amal.

Editor : Jujuk Ernawati

Halaman : 1 2

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda