Kisah Christian Dior, Anak Tajir yang Jual Sketsa di Jalanan hingga Jadi Legenda Mode

Dinar Fitra Maghiszha ยท Sabtu, 02 Juli 2022 - 21:12:00 WIB
Kisah Christian Dior, Anak Tajir yang Jual Sketsa di Jalanan hingga Jadi Legenda Mode
Kisah Christian Dior, anak tajir yang jual sketsa di jalanan hingga jadi legenda mode. Foto: dior.com

PARIS, iNews.id - Rumah mode Christian Dior atau dikenal sebagai Dior adalah rumah mode mewah asal Prancis. Pendirinya adalah Christian Ernest Dior.

Dia dikenang sebagai legenda mode dunia. Christian Dior merupakan anak pesisir dari sebuah kota tepi laut, Normandia, Prancis. Lahir di Granville, 21 Januari 1905, Dior adalah anak kedua dari lima bersaudara dari orang tua bernama Maurice Dior, seorang pengusaha kaya produsen pupuk.

Saat berusia sekitar lima tahun, keluarganya pindah ke Paris. Sejak remaja, keluarganya mengharapkan Dior bekerja sebagai diplomat, yang dipandang profesi besar yang dapat membantu keluarga. Namun, Dior cenderung memilih untuk terlibat dalam aktivitas artistik dan bekerja dalam bidang seni.

Demi membuktikan kesungguhannya dalam menghasilkan uang, Dior mulai menjual sketsanya masing-masing seharga sekitar 10 sen di jalanan. Memiliki hak istimewa dari keluarga kaya membuat modal dengan cepat datang.

Pada 1928, sang ayah memberi modal Dior untuk membuka sebuah galeri seni kecil, di mana dia dan seorang temannya menjual karya-karya seni top dunia seperti Pablo Picasso. Sayang, hanya tiga tahun berjalan, galeri itu ditutup menyusul kematian ibu dan saudara laki-laki Dior, serta masalah keuangan selama era Depresi Besar yang mengakibatkan ayahnya kehilangan kendali atas bisnis keluarga.

Tekad yang kuat tidak membuat Dior menyerah menggapai mimpi dan passion-nya. Berkat keahliannya dalam merancang busana, pada 1937, Dior dipekerjakan oleh perancang busana Robert Piguet, yang memberinya kesempatan mendesain tiga koleksi Piguet. Sejumlah desain-desain busana Dior diterima cukup baik di kalangan pecinta busana.

Seiring meletusnya perang dunia, Dior meninggalkan Piguet untuk melaksanakan kewajiban militer. Pada 1942, setelah menyelesaikan tugas militernya, Dior bergabung dengan rumah mode Lucien Lelong. Selama Perang Dunia II, Dior sebagai karyawan Lelong sempat diminta untuk merancang gaun untuk istri perwira Nazi dan kolaborator Prancis, seperti yang dilakukan rumah mode lainnya yang tetap berbisnis selama perang, termasuk Jean Patou, Jeanne Lanvin, dan Nina Ricci.

Editor : Jujuk Ernawati

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda