Kisah Kakek Pedagang Wayang Keliling di Kota Malang, Sukses Sekolahkan Anak hingga Jadi PNS dan TNI

Avirista Midaada · Selasa, 09 Agustus 2022 - 20:42:00 WIB
Kisah Kakek Pedagang Wayang Keliling di Kota Malang, Sukses Sekolahkan Anak hingga Jadi PNS dan TNI
Sabar (75), kakek pedagang wayang keliling di Kota Malang. (Foto: MPI/Avirista Midaada)

MALANG, iNews.id - Kisah Sabar (75), kakek pedagang wayang keliling di Kota Malang ini, sangat menginspirasi. Pasalnya, dari hasil berjualan wayang keliling, Sabar mampu menyekolahkan tiga anaknya hingga kini telah bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Meski ketiga anaknya telah sukses, Sabar tetap memilih berjualan wayang keliling. Setiap hari, kakek asal Purwantoro, Wonogiri ini, selalu menyusuri jalanan protokol di Kota Malang sambil berjualan wayang yang dibuatnya sendiri.

Sejumlah area jalan seperti Jalan Semeru, Jalan Bromo, Jalan Ijen, hingga Jalan Kawi, kerap dilintasi oleh Sabar. Bahkan panas terik matahari tak memghalangi pria yang tinggal di Kelurahan Tanjungrejo, Sukun, Kota Malang. 

Saat ditemui MNC Portal Indonesia, Selasa (9/8/2022), Sabar mengaku awalnya dia adalah pedagang mainan anak. Profesi itu dilakoninya saat merantau ke Malang pada tahun 1961. 

Namun menjadi pedagang mainan anak keliling hanya dilakoni Sabar sampai tahun 1969. Dia kemudian beralih berjualan wayang karena mulai sepinya omzet penjualan mainan anak-anak.

"Saya belajar bikin wayang diajari ayah saya. Bahannya dari karton dan kulit. Beliau dulu seorang dalang. Ternyata saat itu peminat wayang lumayan bagus, jadi saya teruskan," ujar Sabar.

Setelah beralih berjualan wayang, Sabar dapat meningkatkan penghasilannya.  Sehari-hari, dia bisa mendapat penghasilan hingga Rp500.000. "Satu wayang dijual mulai harga Rp 35 ribu untuk bahan karton dan Rp 500 ribu untuk bahan kulit. Kalau pendapatannya bisa bertambah ketika ada acara atau pertunjukan seni," ungkap Sabar.

Dia menuturkan, pernah meraup pendapatan hingga Rp3 juta dalam satu malam saja. Hasil itu didapat saat ada pertunjukan seni yang berimbas pada meningkatnya penjualan wayang buatannya.

Dari penghasilannya berjualan wayang keliling, Sabar bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, bahkan membiayai sekolah ketiga anaknya hingga ke perguruan tinggi.

Kini, anaknya yang pertama berhasil menjadi anggota TNI AD dan berdinas di Kostrad, Cibinong, Bogor. Kemudian anak keduanya menjadi seorang guru di daerah Cileungsi. Serta anak ketiganya menjadi PNS di Tangerang. 

"Alhamdulillah ketiga anak saya semuanya bisa jadi orang. Dulu biaya untuk sekolah mereka ya dari jualan wayang ini," kata Sabar. 

Dia mengaku, sebenarnya sudah dilarang anak-anaknya untuk berjualan wayang lagi. Karena saat ini usianya sudah tak lagi muda dan anak-anaknya sudah berhasil dan bisa menjamin kehidupan Sabar. 

Tetapi, Sabar memilih tetap berjualan Wayang keliling karena senang bisa bertemu dan bersosialisasi dengan banyak orang. "Saya kalau di rumah saja itu malah tidak betah dan bikin cepat tua. Kalau keluar jualan seperti ini, saya senang karena bisa bertemu banyak orang dan berbagi cerita," tutur Sabar.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda