Kisah Li Xiting, Konglomerat Singapura yang Hartanya Naik di Tengah Pandemi
Sarjana fisika dari Universitas Sains dan Teknologi China ini juga pernah bekerja di perusahaan teknologi tinggi Anke Shenzhen yang merupakan perusahaan pengembang perangkat medis rumahan pertama di China.
Perusahaan tersebut juga meluncurkan pemindai magnetic resonance imaging (MRI) perdananya pada 1989. Setelah itu, barulah ia mendirikan perusahaan teknologi medisnya sendiri dan berhasil mendapatkan kontrak pertamanya senilai 360 ribu yuan di tahun 1991.
Perusahaan yang bermarkas di Shenzhen tersebut membuat sistem pemantauan kesehatan, ventilator, defibrillator, mesin anestesi, dan sistem infus. Mindray juga menjadi perusahaan peralatan medis China pertama yang terdaftar di Bursa Efek New York, dan kini memiliki 17 anak perusahaan di China dan beroperasi di 30 negara
Selama pandemi Covid-19, Li telah mendonasikan peralatan medis senilai 4,6 juta dolar AS yang ditujukan kepada rumah sakit di daerah yang terdampak Covid-19, seperti Wuhan dan Italia Utara.
Tahun lalu, dia berhasil menempati posisi pertama daftar orang terkaya di Singapura, menggeser Eduardo Saverin, Goh Cheng Liang, dan Zhang Yong & Shu Ping.
Editor: Aditya Pratama