Kisah Para Penjaga Energi Selamatkan Ribuan Sumur dari Mati Suri
"Tidak ada yang tidur. Tim di lapangan bekerja dalam shift ketat 24 jam. Kami berjibaku dengan katup, panel kontrol, dan koordinasi tanpa henti. Fokus kami cuma satu: Jangan sampai operasi negara ini berhenti," ungkap salah satu operator dengan nada heroik, di fasilitas pembangkit listrik Minas.
Dengan pasokan daya yang terbatas akibat kurangnya gas, PHR dihadapkan pada pilihan sulit. Energi yang tersedia tidak lagi cukup untuk menghidupkan seluruh operasi secara serentak.
Menggunakan data engineering yang presisi, PHR menerapkan strategi prioritas (Pareto). Strategi ini difokuskan untuk menyelamatkan area yang kritikal agar minyak tidak membeku (congeal) di Stasiun Pengumpul maupun di Jaringan Pipa.
Secara bersamaan, tim juga berupaya menghidupkan sumur-sumur dengan produktivitas tinggi, dengan mengacu pada sistem pengurangan beban otomatis (load shedding) yang dimiliki oleh PHR. Sisanya, dengan berat hati harus dihentikan hingga kondisi normal kembali, demi menjaga kestabilan jaringan. Strategi ini terbukti efektif: mayoritas produksi berhasil diselamatkan meskipun dalam kondisi defisit energi.
Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, menegaskan bahwa ketangguhan yang ditunjukkan oleh pekerja PHR di lapangan bentuk pertahanan terbaik demi menjaga ketahanan energi nasional.