Kisah Para Penjaga Energi Selamatkan Ribuan Sumur dari Mati Suri
"Di tengah situasi akibat gangguan pada pihak ketiga seperti ini, saya melihat semangat juang yang luar biasa. Tim kami tidak menyerah pada keadaan. Manuver teknis dan strategi prioritas yang mereka lakukan berhasil meminimalkan dampak kehilangan produksi secara signifikan. Jika tidak ada aksi cepat tanggap dan mitigasi yang militan ini, dampak yang ditimbulkan bisa jauh lebih fatal," tegas Arifin, Minggu (25/1/2026).
Kini, kerja keras dan malam-malam tanpa tidur itu mulai membuahkan hasil. Seiring dengan upaya perbaikan pipa gas oleh pihak terkait, PHR langsung melakukan ramp-up atau kenaikan produksi secara agresif. Namun langkah ini dilakukan dengan penuh perhitungan dan terukur, demi menjaga kestabilan sistem saat operasi dipulihkan kembali.
Grafik operasional kini mulai merangkak naik, meskipun proses pemulihan ini masih diwarnai dinamika fluktuasi tekanan dari pipa penyalur. Namun, berkat ketangguhan tim IMT dan operasi PHR, stabilitas produksi berhasil dijaga dan operasional terus berjalan mendekati level normal. Sumur-sumur dan mesin pembangkit yang sempat tertidur kini sebagian besar telah hidup kembali, seiring pulihnya "denyut nadi" energi di Blok Rokan.
"Ini bukan tentang menyalahkan keadaan, tapi tentang seberapa tangguh kita bangkit dari krisis. PHR telah membuktikan bahwa sistem kami, dan yang terpenting, orang-orang kami, memiliki resiliensi kelas dunia untuk menjaga kedaulatan energi nasional," pungkas Arifin.
Kisah dari Riau ini adalah pengingat bahwa di balik kelancaran pasokan energi negeri ini, ada keringat dan dedikasi para pekerja yang tetap tegak berdiri menjaga nyala api produksi, siang dan malam, meski badai tantangan datang menghantam.
Editor: Rizqa Leony Putri