Kisah Perjalanan Pendiri Spotify Berharta Rp31 Triliun, Dulu Pernah Ditolak Google

Viola Triamanda · Selasa, 06 September 2022 - 19:53:00 WIB
Kisah Perjalanan Pendiri Spotify Berharta Rp31 Triliun, Dulu Pernah Ditolak Google
Kisah perjalanan pendiri Spotify berharta Rp31 triliun, dulu pernah ditolak Google. Foto: Reuters

JAKARTA, iNews.id - Kisah perjalanan pendiri Spotify ini sangat menginspirasi. Salah satu pendiri aplikasi tersebut adalah Daniel Ek

Alasan Daniel mendirikan Spotify adalah sebagai cara untuk mengatasi masalah pembajakan musik. Sebelum layanan streaming musik populer, banyak orang mengunduh file musik bajakan. 

Itu menjadi tantangan yang berkembang di industri musik dan merupakan dasar dari sejarah Spotify. Aplikasi inovatif temuannya pun berhasil mengubah industri musik di dunia. 

Kisah Sukses Perjalanan Pendiri Spotify

Berikut ini kisah sukses perjalanan pendiri Spotify, dikutip dari berbagai sumber.

Daniel memiliki passion di bidang teknologi sejak kecil. Dia dibesarkan oleh ayah tirinya yang bekerja di bidang teknologi informasi. Sebagai seorang anak, Daniel sudah memprogram kode dasar sambil mendengar musik. 

Pada usia 14 tahun, Daniel membuat halaman web di ruang komputer sekolah menengahnya. Dia menjual dengan harga murah. Dia pun merekrut teman-temannya untuk membantunya. Dengan bisnis kecilnya, dia menghasilkan 15.000 dolar AS per bulan, yang sebagian besar diinvestasi dalam video game. 

Kemudian, dia berinvestasi di server tempat dia meng-host halaman web. Dengan cara tersebut, dia meningkatkan keuntungan lebih besar lagi. 

Tidak puas dengan itu, pada usia 16 tahun, Daniel mencoba melamar ke Google karena terobsesi dengan kecepatan platform tersebut. Namun ditolak karena tidak memiliki ijazah. Setelahnya, dia mencoba menciptakan mesin pencari sendiri tapi gagal. 

Kemudian dia memilih melanjutkan pendidikan ke universitas, tapi drop out di tahun pertama. Tak lama setelah itu, dia berhasil membangun sistem yang menghasilkan 2 juta dolar AS. 

Di usianya ke-23 tahun, Daniel memiliki Ferari, apartemen mewah di Stockholm, dan pergi ke tempat dengan layanan VIP. Namun kemewahan dan uang tidak memberinya kebahagiaan. 

Depresi membuatnya meninggalkan kehidupan mewah. Teknologi tidak berhasil membimbingnya ke jalan menuju kebahagiaan, jadi dia mencari perlindungan pada hasrat keduanya: musik. Daniel memainkan gitar, bass, drum, piano, dan harmonika.

Pada tahap itu, Daniel bertemu dan menjalin persahabatan yang erat dengan Martin Lorentzon, direktur perusahaan tempat dia bekerja sebelumnya. Pada saat yang sama, Martin juga tidak mengalami masa paling bahagia dalam hidupnya.

Martin mengundurkan diri dan memberikan uang untuk petualangan baru. Sementara Daniel memberikan dua hasratnya: musik dan teknologi.

Keduanya pun mencari sesuatu yang akan memberi mereka kepuasan lain yang tidak terlalu material. Sampai pada akhirnya Daniel dan Martin menyadari streaming musik memiliki potensi yang sangat besar. Dari sini kisah sukses perjalanan pendiri Spotify dimulai. Mereka akhirnya memulai startup Spotify pada 2006.

Editor : Jujuk Ernawati

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda