Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menyambung Asa UMKM, Bangkit dari Keterpurukan bersama KUR BRI
Advertisement . Scroll to see content

Laba Bank Mandiri Melesat 66,83 Persen di 2021, Jadi Rp28,03 Triliun

Kamis, 27 Januari 2022 - 18:46:00 WIB
Laba Bank Mandiri Melesat 66,83 Persen di 2021, Jadi Rp28,03 Triliun
Bank Mandiri mencatatkan laba bersih sebesar Rp28,03 triliun sepanjang 2021. Torehan ini naik 66,83 persen dibanding 2020 (year on year/yoy). (foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Hasilnya, realisasi penyaluran KUR Bank Mandiri berhasil memenuhi target yang dipatok oleh Pemerintah pada tahun 2021 sebesar Rp35 triliun kepada lebih dari 371.000 debitur. Sejalan dengan mandat pemerintah, penyaluran KUR Bank Mandiri utamanya disalurkan ke sektor produktif seperti pertanian sebesar Rp9,93 triliun serta industri pengolahan dan lainnya sebesar Rp6,88 triliun.

Pertumbuhan ini juga diimbangi dengan kualitas aset yang mengalami perbaikan secara bank only. Per akhir 2021, rasio NPL Bank Mandiri berhasil menurun sebesar 48 bps secara yoy ke level 2,81 persen. Meski NPL relatif menurun, perseroan tetap melakukan peningkatan rasio pencadangan atau coverage ratio sebesar 2.662 bps secara tahunan menjadi 261,5 persen.

Restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 juga terus menunjukan tren yang melandai seiring dengan momentum pertumbuhan ekonomi. Sampai dengan akhir Desember 2021 total restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 (bank only) di Bank Mandiri yaitu sebesar Rp69,7 triliun, posisi ini menurun dibandingkan kondisi akhir tahun 2020 yang mencapai Rp93,3 triliun.

"Sebagai langkah antisipasi potensi penurunan kualitas kredit, kami terus menjaga pembentukan pencadangan. Per akhir Desember 2021, Bank Mandiri telah membukukan biaya CKPN sebesar Rp13,9 triliun dengan rasio NPL coverage berada di level yang memadai," ucap Darmawan.

Fungsi intermediasi tersebut juga diimbangi pertumbuhan DPK yang kuat, yakni sebesar 12,8persen yoy secara konsolidasi menjadi Rp1.291,18 triliun lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK Industri sebesar 12,2persen yoy.

Pertumbuhan DPK utamanya ditopang oleh peningkatan dana murah (CASA) secara konsolidasi sebesar 19,8 persen yoy yang turut berkontribusi menjaga Cost of Fund (CoF) di angka 1,71 persen secara konsolidasi, sehingga rasio CASA Bank Mandiri (konsolidasi) meningkat sebesar 407 basis poin (bps) secara tahunan menjadi 69,7 persen.

Peningkatan rasio CASA ini, disumbang oleh pertumbuhan dana tabungan yang secara konsolidasi meningkat 12,8 persen yoy dari Rp431 triliun di akhir 2020 menjadi Rp487 triliun serta pertumbuhan giro yang secara konsolidasi meningkat 29,2 persen yoy dari Rp 320 triliun di akhir 2020 menjadi Rp413 triliun pada tahun lalu.

Pertumbuhan CASA dan penyaluran kredit yang berkelanjutan juga ikut menopang pertumbuhan aset Bank Mandiri secara konsolidasi di tahun 2021 menjadi Rp1.726 triliun, tumbuh 11,9 persen lebih tinggi dibanding periode tahun sebelumnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut