Luhut Sebut Head Quarter Perusahaan Sawit Harus Ada di Indonesia, Ini Alasannya

azhfar muhammad ยท Jumat, 27 Mei 2022 - 09:00:00 WIB
 Luhut Sebut Head Quarter Perusahaan Sawit Harus Ada di Indonesia, Ini Alasannya
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, dalam seminar nasional Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) yang ditayangkan di akun Youtube STTAL, Rabu (25/5/2022). (Foto: tangkapan layar)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan kantor pusat atau head quarter perusahaan kelapa sawit harus berada di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menko Luhut saat menghadiri seminar nasional yang digelar Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) yang ditayangkan di akun Youtube STTAL, Rabu (25/5/2022) kemarin. 

"Begitu presiden meminta saya me-manage minyak goreng, orang pikir hanya minyak goreng, tidak saya langsung ke hulu dan hilirnya,” kata Menko Luhut dalam keterangannya dikutip, Jumat (27/5/2022).

Menurut dia, semua permasalahan minyak goreng terkait dengan aspek hulu dan perusahaan kelapa sawit harus dilakukan pengecekan. "Supaya kita tahu luasnya berapa, plasmanya berapa, yieldnya berapa, produksinya berapa, di mana head quarter-nya,” ungkap Luhut. 

Luhut mengungkapkan, telah melaporkan kepada Presiden Jokowi agar menata masalah minyak goreng mulai dari hulunya, yakni perusahaan kelapa sawit. 

"Saya lapor presiden, pak head quarter-nya harus semua pindah di sini. Alasannya, Bayangkan dia punya 300.000-600.000ha, headquarter-nya di luar negeri, dia bayar pajak di luar negeri itu," ujar Luhut. 

Dengan demikian, lanjutnya, seluruh head quarter perusahaan kelapa sawit harus berada di tanah air agar pengawasan dapat dilakukan secara maksimal, dan setoran pajak pun masuk ke kas negara. 

Itu berarti semua perusahaan kelapa sawit tidak bisa memiliki perkebunan kelapa sawit saja di Indonesia, tetapi juga memiliki kantor pusat yang beroperasi di Indonesia. 

"It's not gonna happen. You have to move your own head quarter to Indonesia. Itu yang penting dipikirkan. Bukan hanya sekadar ini siapa yang nanganin, si itu yang nanganin. Mau siapa kek yang nanganin yang penting beres," tutur Luhut.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: