Luhut Targetkan Indonesia Produksi Baterai Lithium Mobil Listrik 2024

Antara ยท Selasa, 15 September 2020 - 18:25 WIB
Luhut Targetkan Indonesia Produksi Baterai Lithium Mobil Listrik 2024

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan pada 2024 Indonesia memproduksi baterai litium tipe teranyar 811. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan pada 2024 Indonesia memproduksi baterai litium tipe teranyar 811. Ini ditandai kerja sama investasi pengembangan baterai litium antara pemerintah dengan LG Chem (Korea Selatan) dan CATL (China) perusahaan yang memproduksi baterai untuk kendaraan listrik.

"Kami sudah tanda tangan (pengembangan) lithium battery dengan LG Chem dan CATL. Itu proposalnya sudah dibuat. Di samping itu skala project, timeline, sudah ada, investasi, insentif, semua sudah kita siapin. Kita berharap tahun 2024 sudah produksi lithium battery tipe terakhir yaitu 811," katanya.

Luhut mengatakan salah satu upaya untuk bisa mendorong pengembangan industri baterai listrik yakni dengan mendorong hilirisasi yang gencar digemborkannya.

Dia menyebutkan Indonesia sudah terlalu banyak ekspor material mentah. Padahal bahan baku tersebut bisa diolah di Indonesia dan bernilai tambah lebih tinggi.

"Ini salah satu smelter tembaga, berpuluh tahun, hampir 50 tahun, semua kita ekspor saja. Maka saya lapor ke Presiden, 'Pak sekarang kita harus paksa, kita harus bikin smelter di sini.' Dan sekarang bikin smelter, satu di Gresik, tapi tidak jadi-jadi," ujarnya dengan nada tinggi.

Menurut Luhut, pemerintah mendorong agar bisa dibangun smelter di Halmahera Tengah, di mana bahan baku tembaga diambil dari Timika. Menurutnya, karena ada industri terintegrasi di Halmahera Tengah, diharapkan biaya produksinya juga akan lebih rendah.

"Kalau kita lakukan ini, kita akan dapat lagi nanti kabel tembaga, pipa tembaga, dan satu yang penting, asam sulfat. Ini kita butuhkan untuk bagian baterai litium. Jadi 75-80 persen baterai litium itu akan kita punya di Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Luhut kerap mengungkapkan mimpinya bahwa Indonesia akan menjadi pemain utama untuk bahan baku baterai litium. Pasalnya, Indonesia menyimpan cadangan bahan baku baterai litium yang besar.

Di samping itu, penggunaan kendaraan listrik juga diperkirakan akan terus melejit di masa mendatang menyusul semakin pedulinya masyarakat atas energi yang lebih bersih.

Bagi Indonesia sendiri, mendorong pengembangan kendaraan listrik juga sekaligus akan berdampak pada berkurangnya impor minyak karena berkurangnya kendaraan berbasis energi fosil.

Editor : Dani Dahwilani