Majukan Bisnis Kopi Indonesia, Kemenkop UKM Fokus Korporatisasi Petani Kopi Berbasis Koperasi

azhfar muhammad ยท Senin, 23 Mei 2022 - 09:15:00 WIB
 Majukan Bisnis Kopi Indonesia, Kemenkop UKM Fokus Korporatisasi Petani Kopi Berbasis Koperasi
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) fokus melakukan korporatisasi petani kopi berbasis koperasi untuk memajukan bisnis kopi Indonesia.  

Menkop UKM, Teten Masduki, mengatakan ada tiga tantangan untuk mengembangkan bisnis kopi Indonesia, yakni lemahnya kelembagaan usaha yang umumnya masih perorangan, rendahnya produktivitas dan kualitas produk UMKM dan koperasi, serta kesulitan akses pembiayaan dan pasar. 

Terkait dengan itu, KemenKop UKM memberikan dukungan dari hulu dan hilir untuk petani kopi, mulai dari peningkatan kualitas produksi, akses pembiayaan, rantai pasok, hingga pemasaran.

"Dari hulu, kami ingin melakukan penguatan kelembagaan usaha melalui korporatisasi petani kopi berbasis koperasi dan pengembangan model bisnis terintegrasi hulu-hilir dari mulai produksi, akses pembiayan, rantai pasok, dan pemasarannya," kata Teten Masduki, dalam keterangan resmi, dikutip Senin (23/5/2022). 

Menurut dia, Kemenkop UKM sudah melakukan beberapa piloting terkait korporatisasi petani kopi. Salah satunya ialah Koperasi Produsen Baitul Qiradh Baburrayyan di Aceh Tengah yang diusahakan untuk menguasai pasar ekspor 345,6 ton Kopi Arabica Gayo ke pasar Amerika Serikat dan Eropa.

"Ini akan menjadi satu-satunya koperasi yang memiliki akses penjualan kopi langsung ke Starbucks," ujar Teten Masduki.

Selain itu, terdapat juga Koperasi Klasik Beans-Sunda Hejo di Jawa Barat yang mengonsolidasikan petani perhutanan sosial dan akan memasok kopi specialty untuk kebutuhan dalam negeri dan mancanegara.

"Juga ada Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo) yang menjadi satu-satunya koperasi wanita di Asia Tenggara yang masuk dalam Organic Product Trading Company (OPTCO) Cafe Femenino,” ungkap Teten Masduki.

Dari sisi hilir, lanjutnya, KemenKopUKM mendorong konsumsi kopi di dalam negeri, di mana anak muda menjadi kunci. Dimana kopi telah disinergikan ke dalam prioritas 2022, yaitu pemulihan transformatif, di mana afirmasi 70 persen program kementerian untuk anak muda, perempuan dan usaha ramah lingkungan, termasuk kopi. 

MenkopUKM menjelaskan, komoditas kopi telah menggerakkan kinerja UMKM dan koperasi, baik dari sisi hulu dan hilir. Hal ini dibuktikan dengan 96 persen perkebunan kopi Indonesia dikuasai oleh 1,3 juta petani dan lebih dari 2.950 kedai kopi dikelola anak muda dan pelaku ekonomi kreatif.

“Di tengah pandemi, Kopi dan rempah adalah komoditas unggulan negara kita yang harus dikelola dengan baik, dikuasai inovasi teknologinya, punya nilai tambah, menyejahterakan petani, dan berkelanjutan," tutur Teten Masduki. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda