McDonald's Akan Keluar setelah 30 Tahun Bisnis di Rusia, Jual 847 Restoran

Dinar Fitra Maghiszha ยท Senin, 16 Mei 2022 - 21:54:00 WIB
McDonald's Akan Keluar setelah 30 Tahun Bisnis di Rusia, Jual 847 Restoran
McDonald's akan keluar setelah 30 tahun bisnis di Rusia, jual 847 restoran.

MOSKOW, iNews.id - McDonald's Corp akan menjual semua restorannya di Rusia setelah lebih dari 30 tahun menjalankan bisnisnya di sana. Ini menjadikan McDonald's menjadi salah satu merek global terbesar yang hengkang sejak invasi Rusia ke Ukraina

Perusahaan memperkirakan bisa mencatat biaya nontunai sebesar 1,2 miliar hingga 1,4 miliar dolar AS setelah penjualan. Pendapatan McDonald's pada tahun lalu disumbang dari Rusia dan Ukraina sebesar 9 persen atau 2 miliar dolar AS. 

Rantai burger terbesar di dunia ini pada Maret lalu memutuskan menutup 847 restorannya di negara itu, termasuk di lokasi Pushkin Square yang ikonik di pusat kota Moskow yang dibuka pada 1990. 

Menurut eksekutif perusahaan, sejak McDonald's menutup tokonya di Rusia, mereka telah kehilangan sekitar 55 juta dolar AS per bulan untuk membayar staf, sewa, dan pemasok untuk restorannya di Ukraina dan Rusia. 

"Tidak mungkin untuk mengabaikan krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh perang di Ukraina. Dan tidak mungkin membayangkan Golden Arches mewakili harapan dan janji yang sama yang membawa kami memasuki pasar Rusia 32 tahun lalu," kata Chief Executive Officer McDonald's Chris Kempczinski dalam surat kepada karyawan, dikutip dari Reuters, Senin (16/5/2022).

Sebelumnya, pembuat mobil asal Prancis Renault mengatakan akan menjual saham mayoritasnya di Avtovaz ke lembaga sains Rusia. Sejumlah perusahaan Barat lainnya juga telah setuju menjual aset mereka di Rusia atau menyerahkannya kepada manajer lokal saat mereka berjuang untuk mematuhi sanksi atas konflik Ukraina dan menghadapi ancaman dari Kremlin bahwa aset milik asing dapat disita. 

Sementara itu, McDonald's menyatakan ingin menjual restorannya di Rusia kepada pembeli lokal, tetapi akan mempertahankan merek dagangnya. Perusahaan akan memastikan 62.000 karyawannya di Rusia terus dibayar sampai penutupan transaksi apa pun dan mereka memiliki pekerjaan di masa depan dengan pembeli potensial.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: