Menaker Siapkan Rp1 Triliun untuk Bangun 1.000 Balai Latihan Kerja

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Rabu, 20 Februari 2019 - 15:25 WIB
Menaker Siapkan Rp1 Triliun untuk Bangun 1.000 Balai Latihan Kerja

Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (kanan) saat penandatanganan kerja sama Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (20/2/2019). (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menganggarkan Rp1 triliun untuk membangun 1.000 balai latihan kerja (BLK) tahun ini. Hal ini sesuai dengan mandat langsung dari Presiden Joko Widodo untuk memperbanyak BLK.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan, dana tersebut akan diberikan kepada pesantren. Setiap pesantren, kata dia, akan diberikan dana Rp1 miliar untuk membangun BLK dalam hal ini gedung workshop, peralatan lengkap kejuruan, operasional kelembagaan, dan subsidi program pelatihan.

"Alhamdulillah tahun 2019 ini Pak Presiden langsung memberikan arahan untuk membangun 1.000 BLK pesantren di seluruh Indonesia, dengan total anggaran Rp1 triliun," ujarnya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Maneker menyebut, dana ini akan dicairkan paling lambat 10 hari ke depan setelah penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan hari ini. Sebanyak 70 persen dana akan dicairkan segera untuk pembangunan gedung workshop dan 30 persen sisanya dicairkan setelah gedung workshop selesai dibangun.

"Selama dua tahun Kemnaker akan melakukan pembinaan terhadap BLK pesantren ini dan memfasilitasi mereka membangun jejaring dengan dunia usaha dan industri," kata dia.

Saat ini pihaknya sedang melakukan pembangunan tahap satu yaitu sebanyak 500 BLK. Sementara, 500 BLK lainnya akan mulai dibangun paling lambat pertengahan Maret mendatang.

Pada 2017, pemerintah telah membangun BLK rintisan sebanyak 50 BLK. Kemudian pada tahun berikutnya bertambah menjadi 75 BLK, tahun ini menjadi 1.000 BLK, dan tahun depan minimal 3.000 BLK akan dibangun.

"2017 Presiden bangun BLK pesantren sebagai rintisan. Mereka jalankan pelatihan vokasi sesuai kejuruan sesuai kebutuhan lokal bekerja sama dengan industri yang ada di daerah," tuturnya.

Editor : Rahmat Fiansyah