Menang Tender, Peruri Ekspor Perdana Uang Kertas Peru

Suparjo Ramalan ยท Selasa, 02 Maret 2021 - 07:24:00 WIB
Menang Tender, Peruri Ekspor Perdana Uang Kertas Peru
Direktur Utama Peruri, Dwina Septiani Wijaya (kiri) dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (kanan) saat melepas ekspor perdana uang kertas Soles ke Peru di Karawang, Jakarta Barat, Senin (1/3/2021). (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) mengekspor uang kertas Soles ke Peru, Amerika Selatan. Pengiriman ini merupakan perdana setelah perusahaan itu memenangkan tender senilai 16,5 juta euro pada Desember 2019.

Direktur Utama Peruri, Dwina Septiani Wijaya mengatakan, pada ekspor perdana, Peruri mengirimkan 30 juta bilyet dari total pesanan dalam kontrak 520 juta bilyer.

"Pencapaian ini sangat menggembirakan bagi seluruh insan Peruri. Tentu saya sangat senang karena pada akhirnya kita bisa sampai ke tahapan terakhir yaitu pengiriman produk," katanya lewat keterangan tertulis, Selasa (2/3/2021).

Menurut Dwina, proses ekspor ini tak mudah karena letak geografis Indonesia dan Peru cukup jauh. Namun, Peruri sebagai perusahaan pencetakan uang berskala global telah berkomitmen menuntaskan kontrak tersebut.

Dalam tender mata uang Peru, kata dia, Peruri mengalahkan perusahaan pencetakan uang kelas dunia lainnya seperti Gisecke & Devrient (Jerman), Oberthur (Perancis), De La Rue (Inggris), Goznak (Rusia) dan PWPW (Polandia). Apalagi, uang kertas Soles Peru dicetak lewat tahapan yang sangat rumit dengan menggunakan berbagai fitur sekuriti dan teknologi pencetakan uang kertas terkini.

"Selain itu pada aspek desain, uang kertas Soles Peru memiliki nilai estetis yang tinggi serta gambar yang sangat detail. Desain tersebut harus diterjemahkan melalui proses pembuatan artwork dan origination di mana proses tersebut dikerjakan menggunakan teknik dan teknologi terbaik yang seluruhnya dilakukan oleh sumber daya Peruri," katanya.

Dwina menambahkan, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pencetakan uang Soles Peru mencapai 70 persen. Komponen lokal ini meliputi penggunaan tinta yang diproduksi oleh anak usaha perseroan.

Editor : Rahmat Fiansyah