Menko Airlangga: Per September, Stok Vaksin Covid-19 Indonesia Capai 225,4 Juta Dosis

Anggie Ariesta ยท Senin, 06 September 2021 - 13:32:00 WIB
 Menko Airlangga: Per September, Stok Vaksin Covid-19 Indonesia Capai 225,4 Juta Dosis
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Kementerian Perekonomian)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto, mengatakan stok vaksin Covid-19 dari berbagai merek yang diterima Indonesia telah mencapai 225,4 juta dosis, per September 2021. 

Hari ini, Senin (6/9/2021), Indonesia kembali menerima 5 juta dosis vaksin Covid-19 merek Sinovac, yang merupakan kedatangan vaksin tahap ke-50, sejak awal 2021. 

"Jadi vaksin Sinovac yang sudah diterima Indonesia termasuk yang datang hari ini, adalah 33 juta dosis. Sedangkan total vaksin Sinovac dalam bentuk bulk yang sudah diterima adalah 153.900.280 dosis," kata Menko Airlangga, Senin (6/9/2021). 

Menurut dia, kedatangan vaksin Sinovac menjadi bukti nyata bahwa pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan stok untuk mencukupi kebutuhan vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Selain Sinovac, Indonesia juga telah menerima vaksin AstraZeneca sebanyak 19,5 juta dosis, Moderna 8 juta dosis, Pfizer 2,75 juta dosis, dan Sinopharm 8,25 juta dosis. 

"Secara keseluruhan Indonesia telah kedatangan sebesar 225,4 juta dosis vaksin dari berbagai merek baik berbentuk bulk maupun vaksin jadi. Ini membuktikan stok vaksin Covid-19 Indonesia sudah aman," ujar Menko Airlangga.

Dia menjelaskan, hingga 5 September 2021, sebanyak 66,78 juta penduduk telah menerima dosis pertama, 38,2 juta telah mendapat dosis kedua dan dosis ketiga sebanyak 713.068 orang. 

"Saat ini, vaksinasi Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 105,7 juta dosis. Indonesia berada di peringkat ke-6 dunia namun kita harus tetap waspada dan harus berupaya keras untuk mempercepat vaksinasi," ungkap Menko Airlangga.

Meski demikian, lanjutnya, masyarakat Indonesia diminta waspada dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes), terutama menggunakan masker secara disiplin. 

Seperti diketahui, untuk penanganan Covid-19, pemerintah fokus pada 3 program, yakni vaksinasi Covid-19, penerapan prokes 3M dan peningkatan 3T (testing, tracing, dan treatment). 

Menurut Menko perekonomian, ketiga program yang secara simultan diberlakukan pemerintah sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat darurat, telah membuat tingkat kesembuhan Covid-19 Indonesia sudah mencapai 92,8 persen, dan tingkat keterisian tempat tidur (BOR) menurun jadi 76 persen. 

"Tentu kita terus aspada dan indo perlu mempersiapkan diri agar tak ada wave berikutnya dengan kerjasama yang baik vaksinasi kita berharap bangsa kita mengendalikan Covid-19 dan memulihkan perekonomian nasional," ungkap Menko Airlangga.

Dia menambahkan, pemerintah memastikan keamanan atau safety, mutu atau quality, khasiat atau efikasi untuk seluruh jenis vaksin yang diperoleh dan vaksin yang telah disediakan di Indonesia melalui proses evaluasi oleh Badan POM, rekomendasi dari ITAGI dan WHO dan para ahli. 

"Jadi masyarakat tidak perlu ragu atau khawatir menerima vaksin semua merek vaksin berkhasiat melindungi masyarakat," ujar Menko Airlangga.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: