Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Airlangga Buka Suara soal Trump Incar Mineral Kritis RI
Advertisement . Scroll to see content

Menko Airlangga Sebut Indonesia Tidak Berencana Kurangi Minyak Sawit dalam Campuran Biodiesel

Selasa, 24 Mei 2022 - 21:02:00 WIB
Menko Airlangga Sebut Indonesia Tidak Berencana Kurangi Minyak Sawit dalam Campuran Biodiesel
Menko Airlangga menyebut bahwa Indonesia tidak memiliki rencana menurunkan persentase minyak sawit dalam biodiesel di bawah level saat ini 30 persen. (Foto: Kemenko Perekonomian)
Advertisement . Scroll to see content

DAVOS, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa Indonesia tidak memiliki rencana menurunkan persentase minyak sawit dalam biodiesel di bawah level saat ini 30 persen. Hal ini untuk memastikan pasokan energi negara.

"Dengan sawit kita kurangi ketergantungan kita pada minyak. Dan kalau sekarang kita bandingkan harga sawit dengan harga energi, harus (subsidi) lebih banyak ke energi. Jadi persoalannya adalah ketahanan energi. (Persentase) pencampuran tidak akan berkurang karena keamanan energi adalah prioritas utama," ujar Menko Airlangga dalam wawancara dikutip dari Reuters, Selasa (24/5/2022).

Menko Airlangga menambahkan, Indonesia yang merupakan sumber 60 persen minyak sawit dunia, telah memberlakukan biofuel dengan kadar 30 persen untuk mengurangi ketergantungan negara terhadap minyak mentah.

"Jika Anda bergantung pada minyak, hari ini Anda berada dalam situasi bencana dengan harga minyak mendekati 110 dolar AS (per barel)," ucap Menko Airlangga, seraya menambahkan bahwa harga yang dianggarkan Indonesia telah dinaikkan menjadi 100 dolar AS dari 60 dolar AS.

Indonesia menghentikan ekspor minyak sawit mentah dan beberapa produk turunannya pada bulan April dalam upaya untuk menurunkan melonjaknya harga minyak goreng lokal. Larangan itu mengguncang pasar minyak nabati global pada saat kekurangan pasokan akibat perang di Ukraina.

"Di Indonesia, harga energi tidak menular ke masyarakat. Jadi pemerintah membayar selisih antara harga energi dan harga terjangkau," ucapnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut