Menperin Dorong Generasi Milenial Kembangkan Industri Digital Kreatif
Menperin menekankan, pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci peningkatan produktivitas tenaga kerja. Karena itu, Kemenperin juga mendorong pihak swasta untuk membangun dan mengembangkan inkubasi startup era digital untuk melahirkan pengusaha-pengusaha muda nasional.
"Contohnya di di BSD Serpong disiapkan fasilitas oleh Apple Academy yang menjadi pusat startup dan inovasi pengembangan teknologi digital. Nah, kemarin kita juga bicara dengan Jack Ma, pendiri Ali Baba Group, agar juga membangun Jack Ma Institute of Entrepreneur di Indonesia. Jadi akan semakin banyak lagi center-center semacam ini," tuturnya.
Dia mengungkapkan, potensi ekonomi digital akan meningkatkan nilai tambah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 150 miliar dollar AS pada tahun 2025 dan bisa mencapai 200 hingga 250 miliar dollar AS pada 2030. Ini akan menjadi peluang bagi 17 juta tenaga kerja muda yang tidak buta terhadap teknologi digital.
"Inilah yang kami dorong agar ekonomi digital terus berkembang sehingga opportunity ini bisa ditangkap oleh pelaku industri kecil dan menengah (IKM) kita, bukan orang lain," ujarnya.
Pemerintah juga menargetkan menciptakan 1.000 technopreneur pada tahun 2020, dengan valuasi bisnis mencapai 100 miliar dollar AS dan total nilai e-commerce sebesar 130 miliar dollar AS. "Saat ini, Indonesia sudah punya empat unicorn dari tujuh startup yang besarnya lebih dari 1 miliar dollar AS. Semuanya tumbuh dalam tanda petik, bukan bagian dari konglomerasi. Jadi, ini justru yang menimbulkan entrepreneur-entrepreneur baru dan kuat," paparnya.
Sementara Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih menambahkan, peningkatan produktivitas pada era ekonomi digital juga difokuskan pada kemudahan access to market sektor IKM. Karena itu, program e-smart IKM yang digagas oleh Kemenperin menjadi platform e-commerce untuk membangun sistem database IKM yang diintegrasikan melalui beberapa marketplace seperti bukalapak, Tokopedia, Shopee, Blibli, dan Go-Jek Indonesia.
"Saat ini, sudah ada sebanyak 4.925 pelaku IKM yang turut menjual produknya lewat digital platform tersebut. Kementerian Perindustrian terus gencar mendorong para pelaku IKM untuk lebih meningkatkan produktivitas dan menembus pasar ekspor. Sebab, IKM yang kuat akan menopang perekonomian bangsa," ucapnya.
Editor: Rahmat Fiansyah