Menteri Puspayoga Dorong Masyarakat Beli Alat Musik Lokal
Erik menilai ketersediaan alat musik lokal yang berkualitas menjadi upaya memberikan edukasi masyarakat dalam bermusik. Dengan begitu masyarakat bisa memiliki alat buatan lokal dengan kualitas impor dengan harga yang terjangkau.
"Pasar kita selama ini lebih banyak distribusi ke toko-toko kecil di daerah, jadi mulai yang menengah karena kita kan produk lokal, jadi kita pasarnya menengah ke bawah dalam arti harga harus kita tekan murah tapi dapat kualitas kurang lebih sama impor," ucapnya.

Selain pameran, Smesco Music Expo 2018 juga mengadakan sejumlah kegiatan seperti festival musik, kompetisi band akustik, workshop, klinik pelatihan, bintang tamu artis, lomba-lomba, festival kuliner, kompetisi bermain gitar, lipsync battle, dan pojok foto.
Ajang ini juga dirangkai dengan business audience yaitu pertemuan bisnis antara musisi, pengusaha di bidang musik dan alat-alat musik, lembaga musik, produk-produk dan aksesoris musik, komunitas pecinta musik, maupun fasilitator para pengusaha dalam bidang musik.
Ada juga penampilan seni dari Kojek Rap Betawi, Stereowall, Privatenumber, dan Foursecound. Dilaksanakan pula program CSR dalam bentuk penggalangan dana kemanusiaan bagi korban bencana di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.
Acara ini digagas oleh Komunitas Bangga Jakarta (BaJak), Komunitas IBP (Indonesian Bass Player), dan didukung berbagai komunitas-komunitas musik di Jabodetabek. Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui Yayasan Peduli Anak Indonesia (PENA).
Bahkan, beberapa stand juga mengadakan workshop misalnya cara melukis batik pada alat musik gitar, yaitu oleh G & G Guitars dari Yogyakarta. Tema workshop lainnya yakni mengenai manajemen pemasaran, manajemen produksi, manajemen SDM, juga masalah perpajakan, hak kekayaan intelektual (HaKI), hingga sosialisasi kredit usaha rakyat (KUR).
Editor: Rahmat Fiansyah