Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ketika PM Jepang Sanae Takaichi Urus Toilet Wanita di Gedung Parlemen
Advertisement . Scroll to see content

Miliki Jam Kerja Terlama di Dunia, Jepang Mencoba Berubah

Jumat, 01 Juni 2018 - 22:12:00 WIB
Miliki Jam Kerja Terlama di Dunia, Jepang Mencoba Berubah
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Penduduk Jepang memiliki waktu bekerja paling lama di dunia. Berdasarkan survey pemerintah tahun 2016, hampir seperempat perusahaan Jepang mengharuskan karyawannya untuk bekerja lebih dari 80 jam lembur dalam sebulan tanpa bayaran.

Hal ini membuat para pekerja di Jepang tidak memiliki waktu yang cukup untuk istirahat. Bahkan berdasarkan penelitian oleh Expendia dikutip dari CNBC, ditemukan bahwa pekerja Jepang rata-rata tidak menggunakan 10 hari jatah libur berbayarnya dan 63 persen responden merasa bersalah karena mengambil cuti berbayar.

Namun, jam kerja yang panjang tidak berarti tingkat produktivitasnya tinggi. Sebab, Jepang memiliki produktivitas terendah di antara negara-negara G-7 atau tujuh negara berekonomi maju seperti Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Britania Raya, dan Amerika Serikat. Hasil tersebut berdasarkan data dari OECD Compendium of Productivity Indicators.

Istilah bahasa Jepang karoshi atau kematian karena terlalu banyak bekerja merupakan istilah hukum yang menunjuk pada penyebab kematian. Pada 2015, seorang pekerja perusahaan periklanan terbesar Jepang, Dentsu, menemui ajalnya karena terlalu banyak bekerja.

Kasus ini langsung menjadi perhatian luas di Jepang. Membuat penduduk Jepang merasa terpanggil untuk mengubah kebiasaan jam kerja yang panjang dan lembur tanpa bayaran yang selama ini umum terjadi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut