Miliki Jam Kerja Terlama di Dunia, Jepang Mencoba Berubah
Akhirnya, CEO Dentsu mengundurkan diri karena kotroversialnya kasus tersebut. Perusahaan tersebut didenda karena melanggar standar perburuhan yang memaksa karyawan untuk bekerja 100 jam lembur sebulan.
Setelah kasus kematian tersebut, Dentsu baru membuat perubahan dalam perusahaannya. Termasuk mematikan lampu di kantor pada jam 10 malam dalam upaya memaksa karyawan untuk pulang.
Pemerintah dan perusahaan-perusahaan Jepang mulai saat ini akan berusaha secara aktif mengurangi jam kerja. Pemerintah mempertimbangkan beberapa inisiatif untuk membatasi jumlah jam yang dihabiskan di kantor. Termasuk mewajibkan pekerja untuk mengambil setidaknya lima hari libur per tahunnya.
Pada tahun 2016, Jepang mulai menerapkan Hari Gunung setiap tanggal 11 Agustus. Dengan demikian, jumlah hari libur di Jepang menjadi 16 hari selama setahun. Pada tahun lalu, pemerintah juga meluncurkan sebuah inisiatif yang disebut Premium Friday di mana pemerintah mendorong perusahaan untuk mengizinkan karyawannya untuk pergi pada jam 3 sore pada hari Jumat terakhir setiap bulannya.
Namun, meski sudah ada kebijakan tesebut, sebuah penelitian menemukan bahwa tidak sampai 4 persen karyawan di Jepang yang benar-benar pergi lebih awal pada hari Jumat Premium itu.
Editor: Ranto Rajagukguk