Ojek Online Menjamur, Populasi Bajaj di Jakarta Turun Drastis

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 23 Mei 2019 - 21:27 WIB
Ojek Online Menjamur, Populasi Bajaj di Jakarta Turun Drastis

Ade, pengemudi bajaj yang bergabung dengan Grab. (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

JAKARTA, iNews.id - Kelahiran ojek online menciptakan disrupsi besar dalam industri transportasi darat. Salah satunya bajaj yang populasinya menurun drastis di Jakarta.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Massdes Aroufy menyebut, populasi kendaraan roda tiga itu turun hingga 60 persen dalam dua atau tiga tahun terakhir.

"Terakhir kita data ada 14-15 ribuan, sekarang jumlahnya kok turun. Data terbaru saya cek PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) hari ini tidak sampai 6 ribu yang terdaftar di perizinan," ujar Aroufy di Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Menurut Aroufy, bajaj di Jakarta saat ini dioperasikan oleh 13 perusahaan. Upaya Pemprov DKI untuk membagi rute antara moda transportasi tidak efektif karena kehadiran ojek online yang masuk hingga kampung.

"Sebenarnya kita sudah berbagi ruang, jadi tidak usah berebut penumpang. Teman-teman pengemudi bajaj punya peran sebagai first mile dan last mile. Meski pakai MRT dan LRT tapi di ujung tetap pakai transpotasi lain (selain bajaj)," tutur dia.

Ade (40), pengemudi bajaj mengakui menjamurnya ojek online dan taksi online membuat pendapatannya tergerus. Hal ini karena bajaj bermain di rute yang sama transportasi online, terutama ojek online.

"Sejak ada aplikator masuk, kita kurang pendapatannya. Ada ojol, banyak saingan. 2016 masih ramai, 2017 sudah banyak ojol itu kurang pendapatan kami," kata dia.

Ade yang menjadi pengemudi bajaj sejak 2001 ini menuturkan, sebelum ada transportasi online, pendapatan kotor yang diperoleh bisa mencapai Rp250.000. Dari jumlah itu, dia mendapat Rp100.000 setelah dipotong bensin dan setoran.

"Masih bisa buat biaya hidup. Teman-teman kita banyak yang bisa sekolahin anaknya sampai kuliah dari narik bajaj banyak. Semenjak ojol masuk, pendapatan berkurang," kata dia.

Kini, bajaj resmi menjadi transportasi online. Hal ini setelah Grab menggandeng bajaj dan memasukkannya ke dalam aplikasi bersama transportasi lain seperti ojek, mobil, dan bus.


Editor : Rahmat Fiansyah