OJK Sebut Banyak Mahasiswa Terjebak Investasi Bodong, Ini 3 Aspek yang Harus Dicermati

Viola Triamanda ยท Jumat, 18 November 2022 - 16:00:00 WIB
OJK Sebut Banyak Mahasiswa Terjebak Investasi Bodong, Ini 3 Aspek yang Harus Dicermati
Head of Retail and Digital Distribution Channel PT Danareksa Investment Management, Bagus Setyawan (kiri), di Studium Generale OJK bertema "Generasi Muda Melek Investasi", di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Jumat (18/11/2022). (Foto: istimewa)

YOGYAKARTA, iNews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut banyak generasi muda khususnya kalangan mahasiswa yang terjebak investasi bodong, padahal dikenal melek digital.

Menyikapi fenomena ini, OJK menggelar Studium Generale dengan tema "Generasi Muda Melek Investasi", di Universitas Gajak Mada, Yogyakarta, Jumat (18/11/2022). Tujuannya untuk memberikan edukasi agar mahasiswa bisa melek literasi finansial. 

Head of Retail and Digital Distribution Channel PT Danareksa Investment Management, Bagus Setyawan, yang menjadi salah satu pembicara dalam acara Studium Generale, mengatakan ada 3 aspek yang harus dicermati agar tidak terjebak investasi bodong.

Menurut dia, investasi apapun yang dipilih tidak akan terlepas dari aspek pembiayaan, denda, serta perpajakan. Jika tidak menemukan ketiga aspek ini, maka generasi muda bisa menyimpulkan bahwa investasi yang ditawarkan adalah bodong.

"Jadi 3 aspek tersebut tidak akan lepas dari instrumen investasi," jelasnya yang dikutip melalui tayangan di YouTube Jasa Keuangan, Jumat 18/11/2022. 

Dia mengungkapkan, diantara banyaknya investasi yang ditawarkan saat ini, reksa dana merupakan produk investasi yang cocok untuk anak muda. "Reksa dana sangat terjangkau, bahkan kalian bisa mulai investasi seharga minuman boba," kata Bagus.  

Selain itu, pembelian reksa dana juga sangat mudah dan gampang melalui beragam channel penjualan yang ada. Sementara itu untuk pajaknya sudah diurus oleh pihak penyelenggara jual beli reksa dana. 

"Reksa dana juga fleksibel dan liquid. Jadi bisa dijual kapan saja tanpa adanya pinalty," ujar Bagus. 

Dan menurutnya yang paling penting adalah instrumen reksa dana memiliki keamanan dan indikator yang cocok dengan ketentuan Otoritas Jaksa Keuangan. "Dan reksa dana juga sudah memenuhi kaidah serta peraturan OJK," tutur Bagus. 

Editor : Jeanny Aipassa

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:





Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda