Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sarjito Resmi Jadi Kepala Pengawas BMKS OJK 2026-2031
Advertisement . Scroll to see content

OJK Wanti-Wanti Bank Digital: Jangan Cuma Gimmick, Harus Punya Pembeda!

Senin, 14 September 2026 - 12:22:00 WIB
OJK Wanti-Wanti Bank Digital: Jangan Cuma Gimmick, Harus Punya Pembeda!
OJK meminta agar bank digital tak sekadar mengandalkan gimmick. (Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta bank digital tidak sekadar gimmick pemasaran dalam digitalisasi. Pihaknya mendorong bank digital menghadirkan inovasi konkret yang memberi nilai tambah sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat yang belum terlayani secara optimal.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan momentum digitalisasi harus dimanfaatkan pelaku industri untuk menciptakan keunggulan yang membedakan bank digital dari perbankan konvensional.

“Saya berharap bahwa bisnis bank digital ini bukan hanya sekadar gimmick belaka, tetapi memang betul-betul memanfaatkan momentum era digital,” ujar Dian, dikutip Senin (14/9/2026).

Menurut Dian, persaingan bank digital tidak cukup hanya mengandalkan produk dan fasilitas layanan yang sudah tersedia di pasar. Pelaku industri perlu mengembangkan skema produk baru yang mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum mendapatkan layanan perbankan secara maksimal.

Dengan pendekatan tersebut, bank digital tidak hanya memindahkan aktivitas perbankan konvensional ke kanal digital. Perannya juga harus berkembang untuk memperluas penetrasi pasar dan memperkuat ekosistem layanan keuangan nasional.

“Keuangan digital harus memiliki pembeda yang dapat memberikan competitive advantage dibandingkan dengan bank pada umumnya,” katanya.

Dian menjelaskan, pengembangan bank digital ke depan perlu bertumpu pada tiga prinsip utama, yakni berkelanjutan, inklusif, dan trusted.

Prinsip berkelanjutan berkaitan dengan kebutuhan bank untuk terus berinovasi seiring teknologi informasi yang semakin dominan dalam aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Bank dituntut adaptif agar tetap relevan dalam menyediakan solusi keuangan.

Sementara prinsip inklusif mengharuskan bank digital memperluas akses melalui diversifikasi produk. Sasaran utamanya adalah kelompok masyarakat yang belum memperoleh layanan perbankan secara optimal.

Aspek kepercayaan juga menjadi perhatian penting. Perkembangan teknologi digital diikuti meningkatnya ancaman kejahatan siber serta penggunaan teknologi baru yang semakin luas.

Dian menilai ketergantungan bank digital terhadap platform teknologi membuat keamanan dan ketahanan digital menjadi faktor penting dalam menjaga reputasi di mata nasabah.

“Pada akhirnya, kepercayaan masyarakat merupakan hal yang utama bagi perkembangan organik bank digital,” ujar Dian.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut