Otoritas Aviasi AS dan Boeing Keluarkan Safety Warning Boeing 737 MAX
WASHINGTON, iNews.id - Otoritas aviasi sipil Amerika Serikat (FAA) bersama Boeing mengeluarkan petunjuk keamanan untuk pesawat jenis Boeing 737 MAX menyusul kecelakaan pesawat Lion Air seri MAX 8 pada akhir Oktober lalu.
Saat ini, ratusan pesawat sejenis yang tersebar di seluruh dunia. Mengutip data Boeing, pesawat komersial tersebut sudah terjual 219 unit dan 4.783 unit masih dalam status pesanan. Seri pesawat Boeing itu menjadi terlaris kedua setelah seri 737-800.
Dilansir TIME, Kamis (8/11/2018), FAA mengeluarkan petunjuk kelaikan udara darurat tentang cara menangani kesalahan data dari sensor. Petunjuk ini dikeluarkan setelah penyelidik dari FAA dan Boeing menemukan sensor tersebut tidak berfungsi pada pesawat maskapai Lion Air yang jatuh ke laut dan menewaskan 189 orang.
Petunjuk ini memperkuat buletin yang belum lama ini dirilis Boeing. Buletin itu dikirimkan kepada seluruh maskapai yang menggunakan Boeing 737 MAX 8 dan MAX 9. Biasanya, petunjuk dar FAA menjadi pegangan bagi seluruh otoritas aviasi di seluruh dunia.
FAA menyatakan, sensor "angle of attack" (AOA) pesawat itu menampilkan data yang salah menyebabkan kru pesawat kesulitan untuk mengontrol pesawat. Sensor kemungkinan salah membaca posisi aerodinamis pesawat yang membuatnya menukik tajam ke bawah, sehingga kehilangan ketinggian dan menabrak area di bawahnya.
Dalam petunjuk tersebut, maskapai diminta untuk membuat perubahan tertentu untuk prosedur penerbangan manual untuk mengatasi masalah tersebut muncul sewaktu-waktu. Langkah-langkah yang menjadi pedoman tersebut dirilis dalam buleting Boeing.
Hasil penyelidikan awal Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebut, sensor pesawat JT 610 rusak dan diganti sebelum penerbangan menuju Pangkalpinang dari Jakarta berakhir fatal. FAA memperkirakan, penggantian itu memicu masalah lain di pesawat.
Pesawat Lion Air diketahui baru berusia dua bulan sebelum jatuh 13 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Pesawat ini sempat bermasalah saat terbang dari Bali ke Jakarta karena kecepatan dan ketinggian pesawat tidak stabil.
Editor: Rahmat Fiansyah