Pabrik AC Sharp di Indonesia Berpotensi Serap 1.000 Tenaga Kerja

Ikhsan Permana SP ยท Sabtu, 13 Agustus 2022 - 20:00:00 WIB
Pabrik AC Sharp di Indonesia Berpotensi Serap 1.000 Tenaga Kerja
Memperin Agus Gumiwang mengatakan, pabrik AC yang dibangun Sharp di Indonesia berpotensi serap 1.000 tenaga kerja.

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi realisasi investasi PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) di Indonesia. Investasi tersebut berpotensi membuka banyak lapangan kerja.

“Pada 24 Februari 2022 lalu, PT Sharp Electronics Indonesia telah melakukan ground breaking tanda dimulainya pembangunan pabrik AC dengan nilai sebesar Rp582 miliar," kata Agus dalam keterangannya, Sabtu (13/8/2022).

Dia menjelaskan, investasi tersebut diproyeksikan berpotensi menyerap tenaga kerja sebanyak 1.000 orang. Sementara itu, kapasitas produksi fasilitas produksi AC tersebut direncanakan mencapai 1,2 juta unit per tahun dengan luas lahan sekitar 3,3 hektare. 

"Kami mendapat informasi bahwa per Juli 2022, progres pembangunan pabrik AC Sharp Electronics Indonesia yang merupakan bagian dari Sharp Corporation telah mencapai 43,55 persen," ujarnya.

Agus menambahkan, realisasi investasi PT SEID juga merupakan salah satu upaya dalam rangka terus mendukung pendalaman struktur di sektor industri elektronika.

“Sebagai upaya untuk mengurangi impor produk elektronika, pemerintah mendorong dilakukannya substitusi impor dan menjaga iklim usaha industri," ucapnya.

Sejalan dengan investasi dari Sharp, Agus menjelakan, Indonesia merupakan pasar yang besar bagi produk elektronika, termasuk AC untuk rumah tangga. Karena itu, Kemenperin akan terus memacu kinerja industri AC di Indonesia. Langkah ini diyakini akan memperkuat struktur industri di dalam negeri sehingga bisa lebih berdaya saing dan mandiri. 

Dia melanjutkan, Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia dan lokasi geografis yang strategis, sehingga menjadikan sebuah penawaran dan potensi pasar yang menarik bagi pelaku industri elektronika global. 

"Untuk itu, Indonesia sangat terbuka bagi investor-investor asing untuk datang dan melakukan produksinya di Tanah Air, baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun pasar ekspor,” tuturnya.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda