Realisasi Investasi Rp302 Triliun di Kuartal II 2022, Bahlil: Serap 320.534 Pekerja

Iqbal Dwi Purnama ยท Rabu, 20 Juli 2022 - 15:50:00 WIB
Realisasi Investasi Rp302 Triliun di Kuartal II 2022, Bahlil: Serap 320.534 Pekerja
Menteri Investasi atau Kepala BKPJM, Bahlil Lahadalia.(Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, mengatakan realisasi investasi mencapai Rp302,2 tirliun pada kuartal II 2022. Nilai tersebut, naik 7,07 persen jika dibandingkan kuartal sebelumnya, atau naik 35,5 persen dari periode sama tahun sebelumnya.

"Realisasi investasi selama kuartal II 2022 juga telah menyerap setidaknya 320.534 pekerja. Jumlah tersebut naik 2,8 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Tapi kuartal II dibandingkan dengan kuartal I, lapangan pekerjaan naiknya sendikit, harus jujur saya," ujar Bahlil, dalam konferensi pers di Kantornya, Rabu (20/7/2022).

Dia menjelaskan, pada kuartal I 2022 dari realisasi investasi yang ada berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 319.013, sedangkan pada kuartal II 2022 hanya meningkat sekitar 1.500 orang atau menjadi 320.543 orang.

Padahal peningkatan realisasi investasi antarkedua kuartal tersebut hampir mencapai Rp20 triliun. Pada kuartal I 2022 realisasi investasi Rp282,4 tirliun, sedangkan pada kuartal II Rp302,2 triliun.

"Di sini yang paling besar itu adalah investasi padat modal, mereka membeli mesin-mesin sementara mesin masuk lapangan pekerjaan kan tidak banyak," ujar Bahlil.

Dia mengungkapkan, korelasi antara realisasi Investasi dan Penyerapan tenaga memang tidak selalu berjalan beriringan. Realisasi investasi yang tinggi belum tentu menciptakan banyak lapangan kerja.

Ke depan lanjutnya, bakal banyak teknologi yang siap untuk menggantikan tenaga kerja manusia. Di satu sisi memang lebih efisien dalam hal produktivitas, tetapi di sisi lain membuat penyerapan tenaga kerja berkurang. 

"Jadi ke depan kecepatan untuk produksi dan bagaimana ke depan kita juga menciptakan lapangan pekerjaan, ini yang sedang kita sedang kejar," ungkap Bahlil.

Dia mengatakan, masuknya investasi tersebut juga bakal membuka lapangan pekerjaan, karena bagaimanapun tetap membutuhkan rantai pasok, dan memberikan multiplier effect.

"Begitu dia (investasi) jalan, itu akan menciptakan lapangan pekerjaan lagi, karena membutuhkan rantai pasok, dan menimbulkan multiplier effect, pertumbuhan investasi kuartal II tidak berbanding lurus dengan harapan penciptaan lapangan pekerjaan," tutur Bahlil.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda