Pedagang Pasar Induk Cipinang Bantah Beras Bulog Kosong, tapi Utamakan Langganan
Hal berbeda jika yang membeli adalah langganannya. Jika langganannya itu memesan 20 ton, maka akan dikirimkan.
Hanya saja, pengirimannya tidak langsung sebanyak 20 ton. Melainkan bertahap, misal 3 ton di tahap awal dan dilanjutkan sisanya. Hal itu karena jumlah langgananya banyak. sehingga dalam sehari itu pengirimannya dibagi rata.
Salah satu kurir beras yang tidak mau menyebutkan namanya menuturkan, beras yang sedang ia persiapkan itu merupakan beras pesanan pedagang di Pasar Rawamangun. Adapun total yang dikirimkan kurang lebih 3 ton.
"Iya, ini pesanan beras Bulog semua. Mau dikirim ke Pasar Rawamangun. Yang pesanan ini kurang lebih 3 ton," ucap kurir tersebut.
Sebelumnya, iNews.id mendatangi pedagang di Pasar Mangunjaya, Bekasi. Saat ditemui, pedagang tersebut mengeluhkan kekosongan beras Bulog yang ada di Pasar Beras Induk Cipinang. Alhasil, kini konsumen yang datang ke lapaknya tidak bisa lagi membeli beras Bulog.
"Sekarang beras Bulog di pasar Cipinang itu udah kosong belum ada masuk lagi. Yang nyari banyak. Sekarang kalau pembeli ke kesini nyari beras Bulog, saya bilang kosong terus," ucap Sunardi saat ditemui, Rabu (22/2/2023).
Dia menuturkan, tingginya minat masyarakat menengah ke bawah terhadap beras Bulog ini karena harganya lebih terjangkau dibandingkan beras medium merek lain.
Editor: Aditya Pratama