Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Konsumsi Minyak Sawit Nasional Tahun Ini Naik 5,13%, Tembus 18,5 Juta Ton
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah akan Ubah BPDPKS jadi BPDP, Ini Alasannya

Kamis, 25 Juli 2024 - 14:04:00 WIB
Pemerintah akan Ubah BPDPKS jadi BPDP, Ini Alasannya
ilustrasi BPDPKS akan diganti jadi BPDP (foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah akan mengubah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menjadi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Hal itu karena fungsi BPDPKS telah ditambah untuk komoditas lain dari yang sebelumnya sawit saja. 

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto konversi itu diarahkan untuk meningkatkan hasil sektor perkebunan di masing-masing daerah. Sehingga tidak hanya fokus pada perkebunan kelapa sawit. 

"Makanya kemarin BPDPKS kita akan konversi menjadi BPDP, termasuk di dalamnya kakao, kelapa, dan karet. Jadi kalau kita lihat, kelapa, karet, kakao, ketinggalan dengan kelapa sawit. Padahal ini kan genre-nya sama," ucap Airlangga dalam acara Perayaan Hari Jadi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ke-58 di kantornya, Jakarta, Kamis (25/7/2024). 

Oleh sebab itu, kata Airlangga, BPDP nantinya akan bertugas merevitalisasi kakao, karet, dan juga kelapa.

“Kelapa ini kan di Thailand sudah bibitnya, pohonnya pendek, sehingga untuk panen lebih mudah, hampir mirip dengan kelapa sawit, pakai dodos sudah bisa panen," ujar dia. 

Airlangga juga mencontohkan, perkebunan kakao di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang masih memiliki potensi untuk bisa dikembangkan. 

"Oleh karena itu kemarin kebun, industri kakao kita dongkrak kembali. Kakao itu kebunnya 800.000 pada saat puncak, tapi sekarang di bawah 200.000. Sehingga pada saat industri kita bangun, malah kurang bahan baku," pungkasnya. 

Sebelumnya, Airlangga juga telah menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan araha terkait tugas tambahan kepada BPDPKS yang juga bertanggung jawab untuk me-replanting dan mengembangkan industri berbasis kakao dan kelapa.

Demikian diungkapkannya usai Rapat Internal yang membahas tentang pengelolaan kakao dan kelapa di Istana Merdeka, Rabu (10/7/2024).

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut