Pemerintah Singapura Siap Dukung Pendanaan Straits Times

Jeanny Aipassa ยท Minggu, 09 Mei 2021 - 22:44:00 WIB
Pemerintah Singapura Siap Dukung Pendanaan Straits Times
Surat Kabar The Straits Times (istimewa)

SINGAPURA, iNews.id -  Kementerian Komunikasi dan Informasi Singapura menyampaikan pemerintah siap memberikan dukungan pendanaan kepada The Straits Times, yang akan direstrukturisasi bersama bisnis media milik Singapore Press Holdings Ltd (SPH).

Kementerian Komunikasi dan Informasi Singapura juga mendukung proposal restrukturisasi bisnis media dari SPH, perusahaan penerbit The Straits Times dan surat kabar berbahasa China, Lianhe Zaobao, yang merupakan surat kabar utama di negara itu.

SPH adalah organisasi media di Singapura dengan bisnis di cetak, internet dan media baru, televisi dan radio, media luar ruangan, dan properti. SPH memiliki lebih di 4.000 karyawan, termasuk tim sekitar 1.000 wartawan, dan koresponden yang beroperasi di seluruh dunia.

Dukungan Pemerintah Singapura terhadap media massa bukan hal yang baru. Perusahaan media besar Singapura lainnya, Mediacorp, bahkan dimiliki Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Singapura, Temasek Holdings.

Pimpinan SPH, Lee Boon Yang, mengungkapkan, pihaknya telah mendekati Kementerian Komunikasi dan Informasi dengan proposal restrukturisasi untuk menempatkan bisnis media pada pijakan keuangan berkelanjutan jangka panjang.

Kementerian yang mengatur SPH di bawah Newspaper and Printing Presses Act (NPPA), telah menunjukkan dukungannya untuk restrukturisasi tersebut, dan telah memberikan persetujuan prinsip untuk kepemilikan saham dan pembatasan terkait lainnya di bawah NPPA untuk dicabut dari SPH setelah restrukturisasi unit bisnis media.

Ketentuan NPPA menyebutkan, tanpa persetujuan Menteri Komunikasi dan Informasi Singapura, tidak seorang pun dapat menjadi pemegang saham utama SPH, atau mengadakan perjanjian atau pengaturan apa pun untuk bertindak bersama-sama dengan pihak lain sehubungan dengan akuisisi, atau melakukan pengalihan kepemilikan secara keseluruhan lebih dari 5 persen saham perseroan.

Seperti diketahui, SPH yang merupakan penerbit dari The Straits Times dan Lianhe Zaobao, memutuskan merestrukturisasi bisnis medianya menjadi perusahaan not for profit agar fokus pada jurnalisme berkualitas.

Dalam pengumuman resmi, Kamis (6/5/2021), Pemimpin SPH, Lee Boon Yang, mengatakan restrukturisasi mencakup pengalihan semua bisnis yang berhubungan dengan media, termasuk anak perusahaan, karyawan, Pusat Berita dan Pusat Cetak yang relevan bersama dengan hak sewa masing-masing, dan semua aset kekayaan intelektual dan teknologi informasi terkait, ke anak perusahaan yang baru didirikan dan dimiliki sepenuhnya, SPH Media Holdings Pte Ltd (SPH Media).

“Restrukturisasi melalui pengalihan semua bisnis yang berhubungan dengan media ke SPH Media, memungkinkan bisnis media untuk fokus pada jurnalisme berkualitas dan berinvestasi pada bakat dan teknologi baru untuk memperkuat kemampuan media digital, tanpa tekanan memberi keuntungan bagi pemegang saham,” kata Lee Boon Yang, seperti diberitakan The Straits Times, Jumat (7/5/2021).

Berdasarkan proposal restrukrturisasi, SPH Media akan dialihkan menjadi perusahaan not for profit, dan akan menjadi perusahaan publik yang baru dibentuk yang dibatasi oleh jaminan, atau disebut CLG, yakni perusahaan yang tidak memiliki pemegang saham, tetapi memiliki anggota yang bertindak sebagai penjamin kewajiban perusahaan.

Dengan menjadi perusahaan not for profit, SPH Media yang membawahi The Straits Times dan Lianhe Zaobao, akan dijalankan secara komersial seperti bisnis umumnya yang mencari keuntungan, namun semua keuntungan ditarik dan diinvestasikan untuk mengembangkan bisnis dengan fokus pada misinya, bukan untuk dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham seperti di perusahaan publik.

Lee Boon Yang mengungkapkan, struktur not for profit akan memungkinkan SPH Media mencari pendanaan dari sumber publik dan swasta dengan kepentingan bersama dalam mendukung jurnalisme yang berkualitas.

“Setelah SPH Media dialihkan ke CLG, SPH Media tidak lagi tunduk pada pemegang saham dan pembatasan terkait lainnya berdasarkan NPPA,” kata Lee Boon.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda