Pengakuan Pengguna Investasi Kripto, Bisa Bantu Bayar Uang Kuliah Hingga Tambah Penghasilan Setelah di PHK
JAKARTA, iNews.id - Investasi kripto kian diminati masyarakat Indonesia, terlihat dari pertumbuhan perusahaan dan penggunanya. Saat ini di Indonesia memiliki 170 wadah jual beli aset kripto yang resmi terdaftar, dengan pengguna mencapai 7,4 juta orang per Juli 2021.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan jumlah pengguna investasi kripto sebanyak 7,4 juta tersebut, mengalami pertumbuhan dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.
Salah satu wadah jual beli aset kripto yang sudah mendapat perizinan dari kementerian terkait adalah Indodax. Perusahaan investasi kripto yang sudah berdiri selama tujuh tahun itu, memiliki lebih dari 4,4 juta member.
Bappepti menyatakan, animo masyarakat terhadap investasi kripto cukup tinggi karena dinilai dapat memberikan manfaat keuntungan. Bahkan banyak yang merasa sangat terbantu dengan adanya transaksi investasi kripto, karena bisa memenuhi kebutuhan keuangan yang mendesak.
Salah satu pengguna investasi kripto, Nimas Ayu Tiyas, yang kini tercatat sebagai mahasiswi kebidanan. Mahasiswi asal Pasuruan, Jawa Timur itu, mengakui bisa membayar uang kuliah dari hasil trading kripto.
Semengtara Fajar Kurniawan, mantan sekuriti pusat perbelanjaan di Kota Yogyakarta, mengaku dengan mengikuti inestasi kripto, dia bisa mendapat penghasilan tambahan setelah di PHK.
"Saya mulai mengenal trading bitcoin itu sejak saya di-PHK dari tempat kerja saya karena pandemi. Setelah saya baca-baca di internet, saya mulai tertarik dan langsung mempelajarinya. Sejak saat itu saya mulai terjun ke dunia trading," ungkap Fajar dikutip dari keterangannya di Jakarta, Jumat (29/10/2021).
Pernyataan serupa juga disampikan Rifandi, driver ojek online dari Medan. Dia mengatakan bahwa trading aset kripto bisa menutupi kekurangan pendapatan karena pandemi.
"Alasan trading ingin merubah kehidupan jadi lebih baik. Saya kan ojol. Ada tips dari customer yang ngasih seribu dua ribu saya kumpulin itu, terus deposit. Ya lumayan lah tiap bulan nambah terus," tuturnya.
Selain bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, aset kripto juga bisa dimanfaatkan untuk berdonasi. Pada 2018 lalu, masjid yang berada di London, Inggris, mengumumkan bahwa mereka menerima zakat dalam bentuk kripto. Keputusan ini menjadikannya sebagai masjid pertama yang menerima sumbangan dalam bentuk kripto.
Editor: Jeanny Aipassa