Pengangguran Naik Tajam, Angka Kemiskinan Diprediksi Naik Jadi 10,2 Persen

Suparjo Ramalan ยท Rabu, 24 Juni 2020 - 15:28 WIB
Pengangguran Naik Tajam, Angka Kemiskinan Diprediksi Naik Jadi 10,2 Persen

Kemiskinan. (Foto: ilustrasi/Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan, pandemi Covid-19 mendorong kenaikan angka pengangguran dan kemiskinan. Jumlah orang miskin pada tahun ini diprediksi mencapai 10,2 persen dari total penduduk.

Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Bappenas, Maliki mengatakan, pandemi Covid-19 memicu pengangguran dan turunnya pendapatan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi diprediksi tak seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Skenario kita cukup berat karena memang pertumbuhan ekonomi masih relatif akan berubah-ubah," ujar Maliki dalam diskusi virtual, Rabu (24/6/2020).

Dia menyebut, pertumbuhan ekonomi diprediksi -0,4 persen hingga 1 persen. Dengan begitu, angka kemiskinan naik di angka 9,7-10,2 persen.

"Dengan skenario pertumbuhan ekonomi seperti itu, tingkat kemiskinan bisa mencapai 9,7 persen sampai dengan 10,2 persen, bahkan pengangguran juga akan meningkat sekitar 8,1-9,2 persen," ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan mencapai 9,22 persen. Sementara angka pengangguran terbuka (TPT) 5,28 persen dari angkatan kerja.

Dia mengatakan, saat ini telah terjadi pergeseran status sosial dan ekonomi masyarakat. Dari status hampir miskin menjadi miskin, kemudian dari miskin menjadi miskin kronis. Bahkan, kata dia, masyarakat kelas menengah itu rentan menjadi kelompok rentan miskin.

"Sebesar 55 persen dengan urutannya, kelas atas, kelas menengah, menuju kelas menengah, rentan, miskin, dan miskin kronis. Dan yang cukup rentan terkena dampak Covid-19 lebih besar adalah penduduk dengan pekerjaan di sektor informal," ujarnya.

Editor : Rahmat Fiansyah