Pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo Ditarget Kelar Sebelum Grand Prix 2022

Ichsan Amin ยท Jumat, 26 November 2021 - 09:12:00 WIB
Pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo Ditarget Kelar Sebelum Grand Prix 2022
Pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo ditarget kelar sebelum Grand Prix 2022. Foto: Ichsan Amin

JAKARTA, iNews.id - Pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditargetkan selesai sebelum perhelatan GrandPrix 2022 di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Event internasional itu direncanakan digelar pada Maret 2022 mendatang.

Kepala Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) Komodo Hariyanto mengatakan, akan ada banyak event internasional yang digelar pada tahun depan akan memberi efek bertambahnya pergerakan penumpang di Bandara Komodo.

“Pertama ada Grand Prix 2022 yang digelar di Mandalika, dan kedua ada rangkaian pertemuan G20 di Bali yang puncaknya pada November 2022. Perhelatan GP 2022 dan Pertemuan G20 akan memberikan dampak pada sektor pariwisata di Labuan Bajo,” kata dia dalam pertemuan bersama wartawan di Bandara Komodo, Labuan Bajo, NTT, Kamis (25/11/2021).

Hariyanto menjelaskan, anggaran yang disiapkan dan bisa terserap sebelum dua gelaran internasional itu sebesar Rp117 miliar. Dana itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Untuk akhir tahun bisa terserap Rp65 miliar, sedangkan sisanya tahun 2022 sebesar Rp52 miliar untuk perpanjangan runway dan pengembangan terminal,” ujarnya.

Pengembangan terminal dilakukan dengan perluasan area check in bandara dengan kapasitas per tahun bisa mencapai pergerakan 1 juta penumpang. Adapun pengembangan sisi runway berupa perpanjangan dari 2.450 meter menjadi 2.650 meter.

“Dengan perpanjangan runway ini, bisa lebih leluasa untuk pesawat-pesawat narrow body,” ucap dia. 

Pengembangan bandara ini dilakukan oleh BUMN konstruksi, PT Pembangunan Perumahan (PTPP) dengan masa kerja kontruksi 150 hari.

“Pengerjaan itu dilakukan PT Pembangunan Perumahan (PP) dengan masa kerja 150 hari kerja, plus 180 masa pemeliharaan,” kata Hariyanto.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: