Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kreatif! Tirai Penutup Kedai saat Puasa Disulap Jadi Media Promosi Usaha Lokal
Advertisement . Scroll to see content

Penjualan E-Commerce Naik saat Harbolnas, Transaksi Produk Lokal Capai Rp8,5 Triliun

Jumat, 07 Januari 2022 - 19:42:00 WIB
Penjualan E-Commerce Naik saat Harbolnas, Transaksi Produk Lokal Capai Rp8,5 Triliun
Produk lokal tengah menjadi tren di kalangan milenial. Tercermin dari dari transaksi e-commerce saat Harbolnas 2021 transaksi produk lokal mencapai Rp8,5 triliun. (Foto: Ilustrasi/ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Produk lokal tengah menjadi tren di kalangan milenial. Hal ini tercermin dari transaksi e-commerce saat Hari belanja Nasional (Harbolnas) 2021 silam dengan transaksi produk lokal mencapai Rp8,5 triliun.

"Transaksi penjualan e-commerce mengalami kenaikan terutama pada saat Harbolnas 2021. Sebanyak Rp8,5 triliun transaksinya dikantongi oleh produk-produk lokal. Saya gembira, ternyata produk lokal saat ini sedang menjadi tren di kalangan milenial," ujar Wasekjen DPP Partai Perindo Bidang UMKM, Hengky Eko Sriyantono dalam webinar Partai Perindo, Jumat (7/1/2022).

Selain itu, lanjut Hengky, di era sekarang ini, penjualan secara live streaming turut menjadi tren kalangan milenial. Adapun kategori produk yang banyak diminati adalah fesyen. 

Oleh karena itu, menurut Hengky, pada 2022, fesyen sangat cocok untuk dijadikan pilihan produk berbisnis.

"Saya mengamati di beberapa sosial media, terutama saat ini kalangan milenial banyak berjualan fesyen secara live streaming," kata dia.

Hengky menyebut, pada sisi metode pembayaran pun juga mengalami peningkatan. Seperti isi saldo atau top up naik 36 persen. Adapun perawatan pribadi tak mau ketinggalan, naik 40 persen, dan kebutuhan sehari-hari naik 30 persen. 

"Produk-produk kosmetik itu ternyata juga cukup besar animonya, terutama berjualan secara online baik itu di market place maupun di media sosial secara langsung," kata dia.

Kemudian, Hengky menyebut bahwa waktu belanja sangat menentukan larisnya penjualan. Artinya, para pelaku usaha harus bisa cermat dalam memposting atau melakukan live streaming pada jam-jam krusial. Adapun jam-jam krusial yang dimaksud Hengky yakni pada jam 09.00 hingga 18.00. 

Berdasarkan hasil survei yang dia terima, pelanggan yang paling banyak melakukan belanja online adamah pelanggan berusia 15-24 tahun, sebanyak 36 persen, disusul oleh kelompok yang berusia 25-34 tahun sebanyak 34 persen. Kemudian, 35-44 tahun porsinya 19 persen, dan sisanya di atas 45 tahun.

"Jadi, kalau kita mau terjun ke dunia usaha, maka kita harus melihat target pasar kita," tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut