Perdana, Indonesia Ekspor 50 Ton Daging Ayam Beku ke Singapura

Iqbal Dwi Purnama ยท Rabu, 13 Juli 2022 - 15:31:00 WIB
Perdana, Indonesia Ekspor 50 Ton Daging Ayam Beku ke Singapura
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (ketiga kanan), melepas ekspor perdana 50 ton ayam beku dan produk ayam olahan senilai Rp1 miliar ke Singapura. (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Indonesia melepas ekspor perdana 50 ton daging ayam beku dan produk ayam olahan senilai Rp1 miliar ke Singapura. Pelepasan ekspor tersebut, dilakukan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, pada Rabu (13/7/2022). 

“Kita sama-sama berbahagia hari ini, karena produk dan komoditi pertanian termasuk peternakan kita hari ini berhasil dilepas ke pasar ekspor Singpura, Jepang, dan Timor Leste,” ungkap Syahrul pada keterangan tertulisnya, Rabu (13/7/2022).

Mentan menjelaskan, keberhasilan ekspor produk peternakan ke Singapura, menjadi bukti bahwa produk peternakan Indonesia memiliki jaminan keamanan pangan yang berkualitas dan layak tembus di pasar internasional. Pasalnya, pasar Singapura yang dikenal memiliki standar keamanan pangan yang tinggi. 

Dia mengungkapkan, Singapura kini menjadi pasar ekspor baru produk unggas asal Indonesia. Sebelumnya, kebutuhan daging ayam Singapura dipasok oleh Malaysia. Namun Malaysia menghentikan ekspor ayam ke Singapura per 1 Juni 2022, dengan alasan untuk menjaga stok kebutuhan dalam negeri. 

Syahrul menuturkan, poduksi daging ayam secara nasional mencapai sekitar 3,8 juta ton per tahun. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang tercatat mampu memenuhi kebutuhan daging ayam dari produksi dalam negeri dan juga untuk ekspor. 

Meski demikian, Mentan mengatakan ekspor produk unggas dilakukan dengan tetap memprioritaskan kebutuhan dalam negeri. "Perintah Bapak Presiden ada komoditas yang produksinya berlebih harus kita dorong agar mampu menangkap peluang seperti ekspor ini," kata Syahrul.

Menurut dia, jika dilihat perkembangan unggas dan telur yang jumlahnya cukup luar biasa dan tercatat over stock, menjadi peluang untuk dilakukan ekspor ke pasar internasional, namun tentu harus menempatkan kepentingan dalam negeri terlebih dahulu.

Sementara itu, Presiden Komisaris PT. CPI, Hadi Gunawan, menyampaikan berkat dukungan dan dorongan dari Kementan termasuk Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, maka perusahaannya telah berhasil membuka jalur pasar ekspor untuk produk olahan unggas, pakan ternak ayam, dan anak ayam umur sehari (DOC). 

“Produk kami telah tersertifikasi oleh standar yang diakui secara internasional seperti sertifikasi Halal, GMP (Good Manufacturing Practice), FSSC 22000 dan memiliki NKV (Nomor Kontrol Veteriner) sehingga telah dapat masuk ke Jepang, Papua Nugini dan Timor Leste dan Qatar," ujar Hadi.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda