Perempuan Ini Tinggalkan Kuliah demi Bangun Perusahaan Pakaian Dalam Senilai Rp2 Triliun

Suparjo Ramalan ยท Minggu, 10 Oktober 2021 - 08:05:00 WIB
Perempuan Ini Tinggalkan Kuliah demi Bangun Perusahaan Pakaian Dalam Senilai Rp2 Triliun
Cami Tellez putuskan berhenti kuliah demi bangun perusahaan pakaian dalam bernilai Rp2 triliun. Foto: IG Cami Tellez

NEW YORK, iNews.id - Cami Tellez mulai membangun perusahaan bernilai jutaan dolar Amerika Serikat (AS) ketika masih kuliah di Columbia University. Namun dia akhirnya memutuskan berhenti karena ingin fokus membangun perusahaannya. 

Tellez mendirikan perusahaan pakaian dalam dengan merek Parade pada dua tahun lalu bersama mitra bisnisnya yang juga seorang mahasiswa saat itu, Jack DeFuria dengan modal awal 3,5 juta dolar AS. Tellez duduk di semester 7 ketika memutuskan berhenti kuliah pada Januari 2020 untuk menjadi CEO dan Direktur Kreatif Parade penuh waktu. 

Pengorbanannya terbayar, kini Parade telah menjual lebih dari 2 juta pasang pakaian dalam sejak diluncurkan. Saat ini, perusahaan tersebut bernilai 140 juta dolar AS atau sekitar Rp2 triliun. Adapun investor di perusahaannya, yakni Shakira, Karlie Kloss, dan Neil Blumenthal. 

Parade telah mendapatkan kesuksesan dengan fokus menciptakan pakaian dalam yang nyaman untuk semua tipe tubuh, dengan harga yang terjangkau. Harga koleksi pakaian dalam Parade berkisar dari 8-15 dolar AS dan tersedia dalam ukuran XS-3XL.
     
Tellez dibesarkan di Princeton, New Jersey dan Berkeley, California oleh orang tuanya, yang meninggalkan rumah mereka di Barranquilla, Kolombia pada 1994 di tengah kerusuhan sipil. Dia mengatakan, tekad orang tuanya telah mendorongnya untuk mendirikan perusahaan startup yang kini berkembang pesat. 

"Saya melihat mereka sebagai visioner dalam mengejar impiannya di Amerika dan membuat kehidupan yang lebih baik untuk diri mereka sendiri. Kegigihan mereka yang luar biasa menanamkan dalam diri saya misi dan tujuan nyata yang penting bagi saya dalam memimpin Parade," kata dia, dikutip dari CNBC, Minggu (10/10/2021).

Dia mengaku, sebenarnya sulit memutuskan untuk berhenti kuliah karena orang tuanya berpendapat gelar sarjana sebagai simbol kesuksesan di Amerika. Dia menuturkan, orang Latin menganggap sulit menjadi wirausaha karena banyak yang memilih berkarier di institusi. Namun ketika orang tuanya melihat dia berhasil menjalankan bisnis, mereka lebih bahagia. Tellez mengatakan, orang tuanya adalah pendukung terbesarnya. 

"Ayah saya pernah mengatakan kepada saya, 'Amerika adalah satu-satunya tempat di dunia di mana kamu bisa gagal dan itu tidak menentukan karier,'. Itu membuka celah saya, memungkinkan saya bermimpi lebih besar saat saya terus membangun Parade," ujar perempuan 24 tahun ini.

Editor : Jujuk Ernawati

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: