Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : China Larang PwC Beroperasi 6 Bulan dan Denda Rp955 Miliar Imbas Terlibat Penipuan Audit Evergrande
Advertisement . Scroll to see content

Perjalanan Hui Ka Yan, dari Orang Terkaya di Asia Hingga Terbelit Utang Evergrande

Rabu, 29 September 2021 - 15:50:00 WIB
 Perjalanan Hui Ka Yan, dari Orang Terkaya di Asia Hingga Terbelit Utang Evergrande
Hui Ka Yan, pendiri China Evergrande Group. (Foto: istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Namun pada tahun ini, raksasa real estate China, Evergrande, dilaporkan memiliki total utang sebesar 305 miliar dolar AS atau setara Rp4.362 triliun. Jumlah utang tersebut membuat banyak pihak bertanya-tanya bagaimana Evergrande bisa mengambil utang dalam jumlah besar dibandingkan kas perusahaan yang hanya setara 13,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp191,654 triliun. 

Itupun belum seluruhnya karena Evergrande tidak hanya meminjam dari bank, perusahaan perwalian, dan pemegang obligasi, tetapi juga dari karyawan dan masyarakat luas.

Perusahaan ini memiliki utang off-balance sheet sebanyak 6,2 miliar dolar AS, menurut perkiraan dari jurnal keuangan lokal Caixin, yang mencakup apa yang disebut produk manajemen kekayaan yang dijual kepada investor ritel. 

Potensi keruntuhan Evergrande bergema di seluruh pasar keuangan global. Investor tidak hanya keluar dari Evergrande tetapi juga membuang saham terkait properti di Hong Kong karena khawatir dengan imbas dari kasus tersebut terhadap bisnis properti lainnya, terutama untuk ekonomi yang bergantung pada real estat setidaknya seperempat dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Hal ini kemudian memunculkan spekulasi apakah Hui Ka Yan, yang kekayaannya saat ini sebesar 11,5 miliar dolar AS atau setara Rp164,479 triliun,sebagian besar didasarkan pada dividen sebesar 8 miliar dolat AS yang diterimanya dari kepemilikan saham Evergrande sejak IPO pada 2009, akan dianggap bersalah secara pribadi atas kerugian besar yang terjadi. 

"Hal itu kemungkinan bergantung pada kinerjanya dalam membersihkan kekacauan," kata Joseph Fan, profesor keuangan di Chinese University of Hong Kong, seperti dikutip Forbes, Selasa (28/9/2021).

Evergrande, perusahaan yang tercatat di Bursa Hong Kong, telah menjadi penerbit uang kertas berdenominasi dolar yang produktif di luar negeri, tetapi investor dan kreditur asing tidak mungkin menjadi prioritas tertinggi Hui Ka Yan untuk pelunasan utang. 

Hingga kini, Evergrande belum membuat pengumuman publik apakah akan membayar bunga obligasi sebesar 83,5 juta dolar AS yang jatuh tempo minggu lalu. Gerakan tutup mulut Evergrande menimbulkan lebih banyak kegelisahan di pasar.

Kreditur asing bersiap untuk pemotongan, yang diperkirakan analis Nomura, Iris Chen, bisa sebanyak 75 persen. Evergrande memiliki masa tenggang 30 hari sebelum resmi dinyatakan default pada obligasi dolar.

Hui Ka Yan mungkin harus menjawab 1,5 juta pembeli rumahnya terlebih dahulu, orang-orang yang menyerahkan deposito atau pembayaran penuh untuk rumah yang masih dalam pembangunan di seluruh China. 

Pembeli yang tidak puas di Guangzhou telah mengorganisir protes untuk menuntut Evergrande memulai kembali pembangunan proyek di sana yang dihentikan pada Mei 2021. 

Analis mengatakan pemerintah dapat meminta badan usaha milik negara (BUMN) lokal untuk membantu menyelesaikan properti yang belum selesai, atau bank dapat memperpanjang pinjaman dan menegosiasikan kembali tenggat waktu dengan Evergrande sebagai bagian dari restrukturisasi. 

Regulator dilaporkan telah memperketat pengawasan terhadap rekening bank perusahaan untuk memastikan bahwa dana yang tersisa pertama kali digunakan untuk membangun apartemen, bukan untuk membayar kreditur.

Zhu Ning, profesor keuangan dan wakil dekan di Shanghai Advanced Institute of Finance, Shanghai Jiao Tong University, mengatakan pemerintah mungkin secara resmi akan mengumumkan solusi segera untuk kasus Evergrande, setelah libur Hari Nasional di Oktober 2021. 

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut