Permintaan Minyak Turun, Exxon Mobil Bakal PHK 10 Persen Karyawan

Djairan ยท Sabtu, 27 Juni 2020 - 12:04 WIB
Permintaan Minyak Turun, Exxon Mobil Bakal PHK 10 Persen Karyawan

Exxon Mobil bakal pangkas jumlah karyawan. (Foto: Reuters)

TEXAS, iNews.id - Raksasa minyak dan gas Amerika Serikat (AS) Exxon Mobil Corp sedang bersiap memangkas jumlah karyawannya. Hal ini sebagai langkah perusahaan multinasional tersebut untuk membuat struktur organisasi yang lebih ramping dan efisien, seiring permintaan minyak mentah yang menurun sejak awal tahun.

Pemotongan jumlah pekerja tersebut diperkirakan mencapai 5-10 persen dari total karyawan yang berbasis di AS hingga akhir tahun 2020. Hingga saat ini, Exxon mempekerjakan sekitar 74.900 orang secara global hingga akhir 2019, naik dari 69.600 naik dari dua tahun sebelumnya.

Exxon tidak sendirian, Chevron Corp dan BP Plc juga memotong sekitar 16.000 karyawannya, seiring dengan puluhan ribu pekerja lainya telah berkurang sebelumnya di seluruh wilayah AS. Pemotongan tersebut diharapkan berbasis evaluasi dan penilaian kinerja, serta tidak dikategorikan sebagai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). 

“Sementara tidak ada PHK yang direncanakan, perusahaan sedang mengurangi jumlah kontraktornya, dan berusaha untuk menjadi lebih ramping,” ujar pejabat tinggi eksklusif Exxon, Darren Woods, dalam pertemuan pemegang saham tahunan Exxon, dikutip dari Bloomberg Sabtu (27/6/2020).

Tampaknya tidak semua pekerja yang akan dikenakan evaluasi/penilaian kinerja hingga akhir tahun nanti. Hal itu biasanya hanya berlaku bagi pekerja bagian teknik, keuangan, dan manajemen proyek.

Exxon mengatakan dalam sebuah pernyataan resminya, tidak ada target khusus untuk mengurangi jumlah karyawan. Keputusan tersebut diambil saat perusahaan melakukan evaluasi tahunan, setelah Exxon mereorganisasi divisi hulu untuk mengintegrasikannya dengan bagian bisnis lainnya, serta meningkatkan akuntabilitas untuk pengambilan kebijakan ke depannya.

“Ada jenis pekerjaan yang sedang kami upayakan untuk ditinjau ulang, guna mengoptimalkan organisasi-organisasi internal, dan tentunya itu akan mengarah pada efisiensi jangka panjang," kata Woods.

Sejak awal tahun, diketahui penurunan permintaan minyak mentah yang besar mendorong Exxon untuk perlu merevisi beberapa rencana pertumbuhannya, dan memangkas pengeluaran modal global sebesar sepertiga, atau Rp143,51 triliun sejak awal tahun 2020.    

Editor : Ranto Rajagukguk