Pernah Rugi Rp2 Miliar, Pria Ini Sukses Bangun 5 Cabang Restoran ala Jepang
Namun, setelah berhasil menjejakkan kariernya sebagai karyawan senior di bidang teknologi, dia memutuskan untuk resign dari perusahaan tersebut pada tahun 2012 karena merasa memiliki nilai sebagai seorang pengusaha.
Rifqi juga membaca buku-buku yang berkaitan dengan kewirausahaan untuk menambahkan pengetahuannya. Walaupun dia telah memiliki bekal pengetahuan dan pengalaman dari ayah dan ibunya, dia tetap belajar dari buku dan orang lain.
Akhirnya, dia mendirikan restoran ala Jepang, NomiNomi Delight di tiga titik, yakni Pasar Senen, Kramat, dan Kemayoran.
“Tapi karena kami tidak mengerti tentang bisnis makanan, asal menggunakan bahan premium dan tidak memperhatikan target penjual, kami terpaksa menutupnya,” ujarnya.
Setelah itu, dia mulai memahami untuk menyesuaikan menu dengan target pembeli. NomiNomi Delight kembali dibuka di Rawamangun dengan menu ramen dan hidangan penutup.