Perusahaan Masker Italia Go Public, Keluarga Scagliarini Jadi Miliarder

Suparjo Ramalan ยท Sabtu, 20 Juni 2020 - 13:13 WIB
Perusahaan Masker Italia Go Public, Keluarga Scagliarini Jadi Miliarder

Keluarga Scagliarini saat IPO GVS Group di Milan Stock Exchange, Jumat (20/6/2020). (Foto: Forbes)

MILAN, iNews.id - Produsen masker asal Italia, GVS Group memulai debutnya sebagai perusahaan go public di Milan Stock Exchange pada Jumat (20/6/2020). Pandemi Covid-19 menjadi 'berkah' bagi GVS Group yang dikenal sebagai produsen masker biohazard dan medis.

Investor menyambut positif kedatangan GVS sebagai anggota baru bursa. Pada penutupan perdagangan perdana, harga saham GVS ditutup menguat 22 persen ke 9,92 euro per lembar. Posisi itu membuat nilai kapitalisasi pasar perusahaan menembus 1,9 miliar dolar AS.

Rencana GVS untuk IPO sudah muncul sejak September 2019, namun munculnya pandemi Covid-19 membuat rencana tertunda. Krisis pandemi justru membuat pendapatan GVS melonjak tajam dan membuat perusahan lebih percaya diri untuk IPO.

GVS meraup dana IPO sebesar 549 juta dolar AS. Rencananya, dana dari para investor itu akan digunakan untuk ekspansi bisnis GVS.

"Kami baru saja membuka lini produksi baru masker di pabrik-pabrik kami di seluruh dunia, menyuplai kebutuhan pemerintah melawan Covid-19," kata CEO GVS, Massiom Scagliarini, dikutip dari Forbes, Sabtu (20/6/2020).

GVS didirikan pada 1979 oleh Grazia Valentini Scagliarini di kota Zola Pedrosa, dekat Bologna. Sebelum IPO, saham GVS dimiliki oleh Massimo Scagliarini dan empat saudara kandungnya. Setelah IPO, keluarga itu menggenggam 60 persen saham GVS.

Massimo menjadi pemegang saham terbesar sebesar 22,5 persen diikuti oleh adiknya, Marco sekitar 22 persen. Secara keseluruhan, nilai kekayaan keluarga Scagliarini saat ini mencapai hampir 1,2 miliar dolar AS.

Pabrik GVS tersebar di 13 negara di dunia seperti Italia, China, dan Amerika. Saat virus corona muncul pertama kali di China, pabrik GVS di Suzhou menjadi salah satu penyuplai masker andalan ke Wuhan.

Wabah Covid-19 membuat permintaan masker dan filter melonjak masing-masing 40 persen dan 30 persen. Sejak pandemi, sebanyak 40 lini produksi baru telah dibuat untuk memenuhi lonjakan permintaan rumah sakit dan institusi pemerintah.

Editor : Rahmat Fiansyah