Pesawat Retak, Garuda Indonesia Klaim Ganti Rugi ke Boeing
“Prolonged inspection itu melakukan pembersihan, menambah oli karena belum ada kepastian dari Boeing atau FAA,” katanya.
Meskipun dihentikan operasinya, Iwan memastikan bahwa pesawat tersebut harus tetap terawat. “Ada yang tiga bulan sekali, sebulan sekali. Sesuai prosedur kita lakukan. Bagaimana pun harus terjaga satu pesawat ini,” katanya.
Iwan mengaku sudah membicarakan kelanjutan nasib pesawat Boeing 737 Max 8 ini. Namun, saat ini pihaknya dalam posisi masih menunggu pernyataan resmi dari kedua pihak tersebut, yakni Boeing dan FAA.
Setelah Boeing 737 Max 8 resmi beroperasi lagi, Iwan pun mengatakan pihaknya akan melihat dulu selama enam bulan baru memutuskan apakah akan mengoperasikan pesawat itu lagi atau tidak.
“Kita tetap akan lihat dulu, enggak serta merta terbangkan. Mereka sedang dapatkan skema. Kita mau lihat dulu pembuktian bahwa setelah diperbaiki masalah tidak ada masalah,” katanya.
Editor: Ranto Rajagukguk