Pidato Sidang Tahunan MPR 2026, Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Pegadaian
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas perhatian yang diberikan Bapak Presiden kepada kinerja Pegadaian. Capaian ini tentunya bukan menjadi tujuan akhir, tetapi menjadi amanah bagi kami untuk terus bekerja lebih baik. Pertumbuhan laba yang positif merupakan hasil dari kepercayaan masyarakat, dukungan pemerintah, kerja keras seluruh Insan Pegadaian, transformasi bisnis, serta penguatan ekosistem emas yang terus kami lakukan,” ujarnya.
Menurut Damar, kehadiran Bank Emas memiliki arti strategis yang lebih luas daripada sekadar pengembangan bisnis perusahaan. Ekosistem bullion diharapkan mampu mengoptimalkan potensi emas Indonesia, sehingga semakin besar nilai tambah yang dapat tercipta dan berputar di dalam negeri.
“Sebagai Bank Emas pertama di Indonesia, kami ingin memastikan potensi besar emas nasional dapat memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas. Kelolaan bisnis berbasis emas yang kini telah mencapai sekitar 153 ton menunjukkan besarnya kepercayaan sekaligus potensi yang masih dapat dikembangkan. Pegadaian akan terus memperkuat ekosistem emas yang terintegrasi, sehingga emas Indonesia dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” tuturnya.
Presiden Prabowo sebelumnya telah meresmikan layanan Bank Emas pada 26 Februari 2025 bertempat di Pegadaian Tower, Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta Pusat. Kehadiran layanan Bank Emas tersebut menjadi bagian dari kebijakan strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian ekonomi nasional serta mengoptimalkan potensi emas di Indonesia.
Sejalan dengan arahan Presiden tersebut, PT Pegadaian (Persero) terus memperkuat layanan bisnis berbasis emas, pengembangan bisnis bullion, serta transformasi digital untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan ekosistem emas. Pegadaian berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan perusahaan sekaligus memperbesar kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi nasional, guna mewujudkan cita-cita MengEMASkan Indonesia.
Editor: Rizqa Leony Putri