Pilot Garuda Akan Dipindahkan ke Citilink? Ini Kata Dirut Irfan Setiaputra
JAKARTA, iNews.id - Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra memberikan tanggapan soal kabar sejumlah pilot maskapai penerbangan pelat merah akan dipindahtugaskan ke anak perusahaan, Citilink Indonesia. Rencana itu tertuang dalam dokumen Minute of Meeting (MoM) Asosiasi Pilot Citilink (Apic).
Irfan tidak membantah soal kabar tersebut, namun dia enggan merinci rencana tersebut lebih jauh. Pasalnya, rencana itu masih dalam pembahasan.
"Masih dibahas," kata Irfan, Selasa (16/11/2021).
Berbeda dengan Irfan, Asosiasi Pilot Garuda (APG) justru membantah adanya pemindahtugasan. Plt Presiden APG Donny Kusmanagri mengatakan, rencana manajemen masuk dalam kerja sama operasional kedua maskapai penerbangan pelat merah.
"Bukan dipindahkan kok, sifatnya semacam kerja sama operasi. Dan sudah beberapa kali pernah dilakukan sebelumnya, baik dari Garuda ke Citilink, atau Citilink ke Garuda," ujarnya.
Dirut Garuda Indonesia Buka-Bukaan Soal Penyebab Masalah Utang yang Berkepanjangan
Dia mencatat, kerja sama itu hanya bersifat sementara karena berdasarkan asas kebutuhan kedua perusahaan.
"Ya semacam saling supply pegawai, jika ada kebutuhan atau optimalisasi di suatu divisi, toh ini kan internal Garuda Group dan sifatnya sementara, bukan permanen," tuturnya.
Efisiensi Keuangan, Kementerian BUMN Sebut Akan Ada Pengurangan Karyawan Garuda Indonesia
Adapun berbagai upaya efisiensi keuangan emiten dengan kode saham GIAA itu untuk menekan kerugian hingga utang ratusan triliun dilakukan. Salah satunya, pengurangan jumlah karyawan melalui program pensiun dini dan program lainnya.
Langkah pengurangan jumlah karyawan Garuda Indonesia sejalan dengan pemangkasan sejumlah rute penerbangan domestik dan internasional. Untuk rute penerbangan domestik akan berkurang dari 237 rute menjadi 140 rute saja.
Artinya, ada 97 rute yang nantinya ditutup. Hal itu dibarengi dengan pengembalian sejumlah armada pesawat Garuda Indonesia kepada lessor atau perusahaan penyewa pesawat.
Editor: Jujuk Ernawati