PLN-PAL Indonesia Luncurkan Pembangkit Listrik Kapal, Beroperasi Maret 2022

Athika Rahma ยท Jumat, 28 Januari 2022 - 20:55:00 WIB
PLN-PAL Indonesia Luncurkan Pembangkit Listrik Kapal, Beroperasi Maret 2022
PLN-PAL Indonesia membangun Pembangkit Listrik Kapal atau pembangkit listrik yang dipasang pada kapal tongkang. Kapal ini ditargetkan beroperasi pada Maret 2022. (foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - PT PLN (Persero) dan PT PAL Indonesia membangun Pembangkit Listrik Kapal atau Mobile Power Plant (MPP) modern. Sinergi dua perusahaan BUMN sebagai tonggak revolusioner pembangunan pembangkit listrik mobile berupa Barge Mounted Power Plant (BMPP), atau pembangkit listrik yang dipasang pada kapal tongkang.

BMPP tahap pertama yang dikembangan PLN melalui anak usahanya PT Indonesia Power yang bersinergi dengan PT PAL diberi nama BMPP Nusantara 1. Pembangkit mobile berkapasitas 60 MW (Mega Watt) ini telah selesai dan segera menuju ke Ambon, Maluku ditandai dengan acara Delivery to Site (Sail Away) BMPP Nusantara 1, yang dilaksanaan di dermaga bandar barat Divisi Kapal Niaga PT PAL di Surabaya, Jumat (28/1/2022). 

"Khusus di wilayah timur Indonesia keberadaan MPP tipe Barge Mounted Power Plant menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik daerah terpencil," ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangannya, Jumat (28/1/2022). 

Dirinya menargetkan, proyek bernilai investasi Rp997 miliar ini bakal beroperasi secara komersil atau commercial on date (COD) pada Maret 2022. Ke depan, PLN tidak hanya berhenti sampai disini. PLN bersama PAL juga akan melanjutkan perakitan BMPP ini untuk unit ke dua dan ketiga dengan total kapasitas 150 MW. 

"Berikutnya akan berlanjut dengan BMPP Nusantara 2 dan BMPP Nusantara 3 dengan total kapasitas 150 MW. Operasional dan maintanance pun sepenuhnya dilaksanakan oleh PT Indonesia Power, sehingga tidak ada lagi ketergantungan pasokan listrik dari pihak luar," ujar Darmawan. 

Darmawan menambahkan, pencanangan program ini dalam rangka memenuhi pasokan listrik dalam waktu yang singkat dan bersifat sementara. Selain itu, hadirnya MPP ini, bakal mendorong reserve margin dan menaikkan rasio elektrifikasi secara cepat serta memungkinkan untuk dipindahkan ke tempat yang lebih memerlukan. 

Contohnya, seperti pada remote area yang dominan banyak tersebar di wilayah kepulauan Indonesia timur. Di wilayah Ambon, lanjut Darmawan, selama ini mempunyai kebutuhan listrik 63,6 MW. 

"Dengan masuknya BMPP Nusantara 1 maka sistem kelistrikan di wilayah Ambon akan semakin solid karena sepenuhnya akan dikelola oleh PLN Group," kata dia.

Editor : Aditya Pratama

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: